Kesehatan Kerja dan Dampaknya terhadap Dunia Industri dan Produktivitas Kerja Pekerja

Posted on 14 Desember 2008. Filed under: kesehatan kerja |

Akhir-akhir ini dalam percaturan persaingan global, kesehatan kerja menjadi sebuah inspirasi bagi dunia industri untuk meningkatkan derajat kesehatan para pekerja. Tidak hanya para pekerja yang bekerja di industri besar akan tetapi industri kecilpun sudah mulai ambil ancang-ancang untuk memfokuskan dirinya dalam memperhatikan kaidah-kaidah yang berlaku didalam ilmu kesehatan kerja.

Dalam era pasar bebas saat ini, persyaratan kesehatan kerja mau tidak mau harus dipenuhi bagi para pelaku dunia usaha karena merupakan salah satu ukuran untuk memudahkan pemasaran produk-produk yang dihasilkan. Para konsumen sudah mulai menyadari jika mereka membeli produk, apakah produk ini dihasilkan dari para pekerja yang produktif dan sehat dan mereka diperlakukan secara manusiawi oleh pemakai jasanya atau para pekerja ?diperas? tanpa diperhatikan kesehatan dan keselamatan dirinya. Para konsumen di dunia ini bisa saja menolak produk yang dihasilkan jika kesehatan para pekerja tidak di indahkan.

Sebuah pertanyaan besar yang ada di benak kita adalah seberapa jauh dampak kesehatan kerja mempengaruhi dunia usaha termasuk para pelakunya yang ada dilapangan, seperti pekerja. Secara teoritis kesehatan kerja pada hakekatnya merupakan hasil interaksi antara tiga komponen utama yang mempengaruhi penampilan (performance) kerja, yaitu:
kapasitas kerja, kemampuan kerja dan pekerja yang terdiri dan umur kelamin, status gizi, status kesehatan, postur tubuh, pendidikan/ keterampilan dan lain-lain;
Beban kerja, beban yang dipikul oleh pekerja yang terdiri dan beban kerja fisik, seperti mencangkul, menggergaji, menganyam, mengelas dan beban kerja mental seperti berpikir, berhitung dan lain-lain;
Lingkungan kerja, beban tambahan yang harus dipikul juga oleh pekerja yang terdiri dan faktor-faktor fisik, kimia, biologi, ergonomi dan psikososial.
Ketidakseimbangan pada hubungan interaktif antara kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi pekerja sehingga akan mempengaruhi penampilan kerja mereka sewaktu bekerja dan pada akhirnya akan berpengaruh besar tehadap kesehatan kerja dan status produktivitas kerja mereka. Dipercaya atau tidak, yang pasti kesehatan kerja memegang peranan penting dalam peningkatan status kesehatan dan produktivitas kerja pekerja.

Bagi dunia industri yang menghasilkan produk yang bisa dinikmati oleh konsumen, kesehatan kerja memegang peranan penting. Salah satunya meyakinkan konsumen bahwa produk yang dibeli memperkerjakan pekerja secara manusiawi dan bermartabat. Pekerja yang diperkerjakan secara manusiawi pekerja. Secara teoritis kesehatan kerja pada hakekatnya berdimensi bahwa kesehatan dan keselamatan kerja memang benar-benar diterapkan diindustri mereka. Perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan kerja akan memberikan pengaruh yang besar terhadap produk yang dihasilkan jika memasuki pangsa pasar ekspor luar negeri.

Penerapan program kesehatan dan keselamatan kerja seakan-akan telah menjadi sebuah keharusan untuk diterapkan secara berkesmnambungan, berkelanjutan dan integral dengan kegiatan-kegiatan dalam proses hasil produk sebuah industri. Para pelaku dunia industri seharusnya menyadari peran penting kesehatan kerja dalam memasarkan produk mereka secara tidak langsung. Didalam dunia tempat kerja, program kesehatan kerja diawali ketika para pekerja belum secara definitive bekerja, yakni pemeriksaan kesehatan pra kerja. Prinsip umum yang digunakan adalah apakah pekerja tersebut cukup sehat untuk pekerjaan yang akan dilakukannya, pemeriksaan dasar jenis apa yang harus dilakukan sesuai dengan rencana penempatan tersebut, bagaimana lingkungan kerjanya, bagaimana proses kerjanya, peralatan apa yang digunakan dan apakah pekerjaan tersebut terdapat bahan-bahan yang dapat menyebabkan pekerja menjadi lebih mudah kena penyakit. Awal dan pemeriksaan ini akan menentukan masa depan kesehatan dan pekerja. Pada kenyataannya masih banyak hal ini terabaikan, padahal sesuai atau tidak sesuainya para pekerja bekerja di pekerjaannya sangat ditentukan dan informasi awal.

Bicara pelayanan kesehatan kerja yang bisa diterapkan di industri terutama fokus pelayanan kesehatan kerja yang sifatnya promotif dan pencegahan penyakit dengan tidak melupakan aspek kuratif dan rehabilitatif. Pelayanan kesehatan kerja yang bersifat promotif ditujukan agar pekerja sehat dan lebih produktif. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain pendidikan dan penyuluhan mengenai kesehatan pada umumnya dan program-program kesehatan kerja khususnya. Pelayanan dalam pencegahan penyakit lebih ditujukan agar pekerja tidak celaka dan tidak sakit. Kegiatannya meliputi pemeriksaan kesehatan pekerja sebelum bekerja, periodik dan khusus serta pemakaian APD. Bagi pekerja yang sudah memperlihatkan adanya gangguan kesehatan, baik gangguan kesehatan umum maupun gangguan kesehatan akibat kerja, maka dilakukan upaya kuratif atau pengobatan..
bppsdmk.depkes.go.id

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: