<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>D4 KESEHATAN KERJA - UNS</title>
	<atom:link href="http://himakesja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://himakesja.wordpress.com</link>
	<description>Health Safety Environment</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Feb 2009 02:50:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='himakesja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>D4 KESEHATAN KERJA - UNS</title>
		<link>http://himakesja.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://himakesja.wordpress.com/osd.xml" title="D4 KESEHATAN KERJA - UNS" />
	<atom:link rel='hub' href='http://himakesja.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ergonomi-mengangkat dan mengangkut</title>
		<link>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/16/ergonomi-mengangkat-dan-mengangku/</link>
		<comments>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/16/ergonomi-mengangkat-dan-mengangku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 04:44:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>himakesja</dc:creator>
				<category><![CDATA[K3L]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://himakesja.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan sehari-hari kegiatan mengangkat dan mengangkut sudah menjadi suatu kegiatan yang tak terpisahkan pada diri manusia. Dalam dunia kerja, kegiatan angkat dan angkut merupakan suatu hal pokok atau bisa disebut esensial, karena hampir di setiap pekerjaan dijumpai kegiatan angkat angkut. Kegiatan angkat angkut biasanya dijumpai di perkebunan, pertambangan, perindustrian, pelabuhan, di pasar, bahkan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=73&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="SV">Dalam kehidupan sehari-hari kegiatan mengangkat dan mengangkut sudah menjadi suatu kegiatan yang tak terpisahkan pada diri manusia. Dalam dunia kerja, kegiatan angkat dan angkut merupakan suatu hal pokok atau bisa disebut esensial, karena hampir di setiap pekerjaan dijumpai kegiatan angkat angkut. Kegiatan angkat angkut biasanya dijumpai di perkebunan, pertambangan, perindustrian, pelabuhan, di pasar, bahkan di kantor pemerintahan maupun swasta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pekerjaan mengangkat dan mengangkut jika tidak dilakukan dengan benar dan hati-hati dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Oleh sebab itu maka teknik mengangkat dan mengangkut yang benar serta alat mengangkat dan mengangkut yang ergonomis sangat diperlukan untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi kerja. Kegiatan mengangkat dan mengangkut dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Beban yang<span> </span>diperkenankan, jarak angkut dan intensitas pembebanan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Kondisi lingkungan kerja yaitu keadaan medan yang licin, kasar, naik turun, dll.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Ketrampilan bekerja.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Peralatan kerja.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Ukuran beban yang akan diangkut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-72pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Metode mengangkut yang benar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span id="more-73"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Disamping itu, jenis kelamin seseorang juga dapat mempengaruhi kegiatan mengangkat dan mengangkut. Cara mengangkat dan mengangkut yang baik harus memenuhi 2 prinsip kinetis, yaitu :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Beban diusahakan menekan pada otot tungkai yang kuat dan sebanyak mungkin otot tulang yang lemah dibebaskan dari pembebanan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Momentum gerak badan dimanfaatkan untuk mengawali gerakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Untuk menerapkan kedua prinsip kinetis<strong> </strong>itu setiap kegiatan mengangkat dan mengangkut harus dilakukan sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pegangan harus tepat. Memegang diusahakan dengan tangan penuh dan memegang dengan hanya beberapa jari yang dapat menyebabkan ketegangan statis lokal pada jari tersebut harus dihindarkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Lengan harus sedekat-dekatnya pada badan dan dalam posisi lurus. Fleksi pada lengan untuk mengangkut dan mengangkat menyebabkan ketegangan otot statis yang melelahkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Punggung harus diluruskan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Dagu ditarik segera setelah kepala bisa ditegakkan lagi seperti pada permulaan gerakan. Dengan posisi kepala dan dagu yang tepat, seluruh tulang belakang diluruskan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Posisi kaki dibuat sedemikian rupa sehingga mampu untuk mengimbangi momentum yang terjadi dalam posisi mengangkat. Satu kaki ditempatkan<span> </span>ke arah jurusan gerakan yang dituju, kaki kedua ditempatkan sedemikian rupa sehingga membantu mendorong tubuh pada gerakan pertama.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Berat badan dimanfaatkan untuk menarik dan mendorong, serta gaya untuk gerakan dan perimbangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Beban diusahakan berada sedekat mungkin terhadap garis vertikal yang melalui pusat gravitasi tubuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Selain hal diatas dalam kegiatan mengangkat dan mengangkut juga harus diperhatikan ketentuan berikut ini : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Semua barang/benda yang menghalangi pandangan mata sebaiknya disingkirkan terlebih dahulu, sebelum pekerjaan mengangkat dan mengangkut dilakukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Tinggi maksimum tempat pemegang dari lantai tidak lebih dari 35 cm.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Jika suatu beban harus diangkut dari permukaan lantai dianjurkan agar menggunakan agar menggunakan alat mekanis (katrol).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Beban yang akan diangkut harus berada sedekat mungkin dengan tubuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Punggung<span> </span>harus lurus agar bahaya kerusakan terhadap diskus dapat dihindarkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mula-mula lutut harus bengkok dan tubuh harus berada pada sikap dengan punggung lurus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pada kegiatan mengangkat dan mengangkut, dianjurkan agar beban sedekat mungkin pada garis vertikal gravitasi tubuh. Dengan begitu, upaya yang bersifat mengimbangi berkurang dan dihindari aktivitas otot statis yang tidak perlu. Dalam hubungan ini, mengangkut dengan pemakaian gendongan sangat cocok. Adapun pekerjaan mengangkut dengan beban di atas punggung kurang menguntungkan, oleh karena beberapa otot perut menjadi berkontraksi statis. Aktivitas yang dapat menimbulkan Hazard (efek samping negatif) :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mengangkat beban berat di kantor/perusahaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mengangkat pasien di Rumah Sakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Menyebar benih tanaman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IT"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IT">Mengoperasikan peralatan di industri, dll</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IT">Untuk efisiensi dan kenyamanan kerja yang sebesar-besarnya, hendaknya dihindari sejauh mungkin bahwa manusia dipergunakan sebagai “alat” untuk kegiatan mengangkut dan mengangkat. Faktor resiko yang berpengaruh dalam pemindahan material yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Berat beban yang harus diangkat dan perbandingannya terhadap berat badan operator.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="PT-BR"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="PT-BR">Jarak horizontal dari beban relatif terhadap operator.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="PT-BR"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="PT-BR">Ukuran beban yang harus diangkat (berukuran besar) memiliki pusat massa (<em>centre of gravity)</em> yang letaknya jauh dari badan operator. Selain itu juga menghalangi pandangan <em>(vision)</em> operator.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="PT-BR"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="PT-BR">Ketinggian beban yang harus diangkat dan jarak perpindahan beban (mengangkat beban dari permukaan lantai akan relatif lebih sulit dari pada mengangkat beban dari ketinggian pada permukaan pinggang).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Beban puntir <em>(twisting load)</em> pada badan operator selama aktivitas angkat beban.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Prediksi terhadap berat beban yang akan diangkat. Untuk mengantsipasi beban yang lebih berat dari yang diperkirakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Stabilitas beban yang akan diangkat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Kemudahan untuk dijangkau oleh pekerja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>9.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Berbagai macam rintangan yang menghalangi ataupun keterbatasan postur tubuh yang berada pada suatu tempat kerja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>10.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Kondisi kerja, meliputi: pencahayaan, temperatur, kebisingan, kelicinan lantai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>11.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Frekuensi angkat, yaitu banyaknya aktivitas angkat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>12.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Tidak terkoordinasinya kelompok kerja (<em>lifting team).</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>13.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Diangkatnya suatu beban dalam suatu periode. Hal ini<span> </span>sama dengan membawa beban pada jarak tertentu dan memberi tambahan beban pada <em>vertebral discus (VD)</em> dan <em>intervertebral discus (ID) </em>pada <em>vertebral column</em> di daerah punggung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>14.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Metode angkat angkut yang benar<strong> </strong>(tidak boleh mengangkat dan mengangkut beban secara tiba-tiba).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Bila alat kerja dari yang paling sederhana sampai pada yang paling rumit tersedia, sebaiknya alat tersebut dipergunakan secara tepat. Tentu saja selalu dipertimbangkan keseimbangan yang tepat diantara penggunaan peralatan kerja dengan prinsip bahwa pekerjaan sebaiknya padat karya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Cara kerja dimodifikasi, agar beban angkat dan angkut dikurangi seperti halnya penggunaan roda pada barang yang diangkat dan diangkut, kereta dorong, dll. Modernisasi telah memungkinkan perubahan tersebut.</span><span style="font-size:20pt;line-height:150%;color:black;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Penyelesaian untuk pemindahan material secara teknis yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pindahkan beban yang berat dari mesin ke mesin yang telah dirancang dengan menggunakan <em>roller</em> (ban berjalan).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Gunakan meja yang dapat digerakkan naik turun untuk menjaga agar bagian permukaan meja kerja dapat langsung dipakai untuk memasukkan lembaran logam atau benda kerja lainnya ke dalam mesin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Tempatkan benda kerja yang besar pada permukaan yang lebih tinggi dan turunkan dengan bantuan gaya gravitasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Berikan peralatan yang dapat mengangkat, misalnya: pada ujung belakang truk untuk memudahkan pengangkatan material.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Bila beban terlalu berat gunakan alat bantu angkat <em>(</em>misalnya: <em>crane).</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Rancanglah <em>overhead monorail,</em> diutamakan menggunakan <em>power</em> (tenaga), baik untuk gerakan vertikal ataupun horizontal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Desainlah kotak (tempat benda kerja) dengan disertai handel yang ergonomis sehingga mudah pada waktu mengangkat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Aturlah peletakan fasilitas sehingga semakin memudahkan metodologi angkat benda pada ketinggian permukaan pinggang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>9.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Berilah tanda atau angka pada beban sesuai dengan beratnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>10.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Siapkan <em>trolley</em> dan pengungkit <em>(lever)</em> untuk mengangkat ujung dari drum (dengan volume 200 liter).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>11.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Bebaskan area kerja dari gerakan dan peletakan material yang mengganggu jalur <em>(acces)</em> dari operator.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>12.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Hindarkan lantai kerja dari sesuatu yang dapat membuat licin sehingga akan membahayakan operator pada saat perjalanan memindahkan material.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>13.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Buatlah suatu ruang kerja yang cukup untuk gerakan dinamis bebas pada operator.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>14.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Tempatkan semua material sedekat mungkin terhadap operator.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Pekerjaan mengangkat dan mengangkut jika dilakukan dengan salah dapat menyebabkan resiko terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja semakin tinggi. Bagian tubuh yang paling paling beresiko terkena dampak dari cara mengangkat dan mengangkut yang benar yaitu tulang belakang. Hal ini tentu sangat berbahaya karena pada tulang belakang terdapat susunan syaraf yang menghubungkan syaraf sensorik dan motorik dengan pengatur syaraf pusat atau otak. Disamping itu juga terdapat resiko lain yang dapat terjadi jika proses mengangkat dan mengangkut dilakukan dengan salah. Adapun contoh kerusakan tulang belakang akibat teknik mengangkat dan mengangkut beban yang terlalu berat antara lain :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><em>Over Exertion Lifting and Carrying</em> yaitu kerusakan jaringan, tubuh yang diakibatkan oleh beban angkut yang berlebihan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->HNP <em>(Hernia Nucleus Pulposus)</em> yaitu robeknya bagian dalam dari lempeng menonjol keluar serta mungkin menekan saraf-saraf disekitarnya akibat beban angkut berlebih dan pembebanan tiba-tiba.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><em>Back Injury</em> yaitu timbulnya nyeri pada punggung, biasanya sikap kerja atau mengangkat yang tidak benar dipengaruhi oleh arah beban yang diangkat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal">Cara mengangkat dan mengangkut:</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-54pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mengangkat dan mengangkut beban balok dengan pegangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Tubuh posisi jongkok, salah satu kaki yang terkuat diletakkan didepan sebagai tumpuan dan sikap punggung diusahakan tegak atau sebesar 60°.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Tangan mengangkat beban dengan sikap punggung tetap tegak dan meletakkannya pada paha kaki yang terkuat. </span>Pastikan pegangan tangan sudah kuat dan nyaman.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Berdiri dengan bertumpu pada kaki yang terkuat, beban diangkat hati-hati dengan sikap punggung masih tegak sampai dengan berdiri sempurna.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Saat berjalan, beban harus berada sedekat mungkin dengan tubuh dengan posisi tangan disesuaikan dengan kenyamanan saat berjalan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Saat akan meletakkan beban kembali dilakukan seperti cara mengangkat beban tetapi dengan urutan terbalik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-54pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mengangkat dan mengangkut beban tanpa pegangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Tubuh posisi jongkok dengan kaki yang terkuat di depan dan sikap punggung diusahakan tegak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Kedua tangan kedua ujung beban bagian atas, lalu beban dimiringkan ke kiri dan tangan kanan turun ke bawah memegang ujung kanan bawah beban.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Beban didorong ke belakang pada kaki yang terkuat, kemudian tangan kiri turun ke bawah memegang ujung kiri bawah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Beban kemudian diletakkan pada paha yang terkuat, gunanya sebagai persiapan untuk berdiri, atau boleh langsung diangkat jika mampu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Kemudian berdiri dengan hati-hati kemudian berjalan, usahakan beban tidak melebihi atau menghalangi pandangan mata.posisikan tangan senyaman mungkin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Saat akan meletakkan beban kembali seperti cara mengangkat beban dengan urutan terbalik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-54pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Mengangkat dan mengangkut papan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Tubuh posisi jongkok dengan kaki yang terkuat di depan dan sikap punggung diusahakan tegak.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Kedua tangan mengangkat beban, lalu beban dimiringkan ke kiri dan tangan kanan turun ke bawah memegang ujung kanan bawah beban.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Kemudian letakkan beban pada paha kaki yang terkuat dan tangan kiri masih memegang beban yang atas dengan sikap punggung masih tetap tegak.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Berdiri dengan hati-hati dengan posisi tangan yang nyaman untuk berjalan. </span>Kemudian berjalan dengan posisi miring agar dapat melihat jalan yang akan dilalui.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Saat akan meletakkan beban kembali seperti cara mengangkat beban dengan urutan terbalik.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-54pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mengangkat dan mengangkut beban di meja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mengatur posisi beban yang akan diangkat pada meja sehingga memudahkan ketika akan mengangkat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Tubuh dengan posisi jongkok dengan salah satu kaki yang terkuat di depan sebagai tumpuan dan usahakan punggung dalam posisi tegak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Tangan kanan memegang bagian bawah beban dan tangan kiri memeganga bagian atas beban.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Letakkan beban pada bahu yang terkuat dan menyandarkannya pada kepala, hindarkan bagian sudut yang lancip agar tidak terkena kepala, kemudian berdiri dengan hati-hati dan berjalan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Saat akan meletakkan beban kembali seperti cara mengangkat beban dengan urutan terbalik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;vertical-align:baseline;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mengangkat beban karung :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;vertical-align:baseline;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Perhatikan posisi dasar badan sebelum mengangkat, dan cara memegang kedua sudut karung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;vertical-align:baseline;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Badan dan karung dirapatkan agar tangan kanan dapat mendekap karung dari bawah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;vertical-align:baseline;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Kemudian tangan kiri digerakkan ke “pinggang” karung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;vertical-align:baseline;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Lutut diluruskan untuk mengangkat beban. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;vertical-align:baseline;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Kaki kiri melangkah ke arah tujuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;vertical-align:baseline;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pengangkat membelakangi tempat meletakkan beban.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;vertical-align:baseline;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Saat akan meletakkan beban kembali, kaki kiri ditekuk perlahan-lahan, kemudian badan dimiringkan ke kanan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;vertical-align:baseline;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Bahu kanan direndahkan agar beban terlepas dengan selamat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/himakesja.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/himakesja.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/himakesja.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/himakesja.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/himakesja.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/himakesja.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/himakesja.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/himakesja.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/himakesja.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/himakesja.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/himakesja.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/himakesja.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/himakesja.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/himakesja.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=73&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/16/ergonomi-mengangkat-dan-mengangku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">himakesja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mendeteksi kebakaran dengan menggunakan detector alarm system</title>
		<link>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/16/mendeteksi-kebakaran-dengan-menggunakan-detector-alarm-system/</link>
		<comments>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/16/mendeteksi-kebakaran-dengan-menggunakan-detector-alarm-system/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 04:21:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>himakesja</dc:creator>
				<category><![CDATA[keselamatan kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://himakesja.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[&#60;!&#8211;[if !mso]&#62; &#60;! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &#8211;&#62; Perkembangan zaman ditandai dengan berkembangnya industri disemua bidang. Perkembangan tersebut membawa dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif. Selain dampak positif seperti kemajuan diberbagai bidang, penggunaan waktu yang efektif dan efisien, peralatan yang modern, juga terdapat dampak negatif yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang yaitu tentang keselamatan kerja. Masalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=69&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]-->&lt;!&#8211;[if !mso]&gt;<span class="mceItemObject"></span> &lt;!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &#8211;&gt; <!--[endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:725299278; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1048137496 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1 	{mso-list-id:740253119; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1257658424 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2 	{mso-list-id:1049304154; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-2137479328 -1491549020 -1458168170 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	mso-ansi-language:ES; 	mso-ansi-font-style:normal;} @list l2:level2 	{mso-level-start-at:2; 	mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:72.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:108.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l3 	{mso-list-id:1393697251; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1789337890 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Perkembangan zaman ditandai dengan berkembangnya industri disemua bidang. Perkembangan tersebut membawa dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif. Selain dampak positif seperti kemajuan diberbagai bidang, penggunaan waktu yang efektif dan efisien, peralatan yang modern, juga terdapat dampak negatif yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang yaitu tentang keselamatan kerja. Masalah keselamatan kerja memang sangat penting untuk meningkatkan produktifitas tenaga kerja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Banyak insiden-insiden yang menyangkut keselamatan kerja, salah satunya adalah kebakaran. Kebakaran merupakan suatu insiden akibat dari api yang bekerja tidak pada tempatnya, yang terjadi antara api, bahan bakar, dan oksigen. </span><span lang="FI">Reaksi kimia tersebut mengeluarkan panas yang merupakan ancaman bagi kehidupan manusia. </span>Ancaman tersebut meliputi :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span id="more-69"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Habitat atau lingkungan hidup manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="ES"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="ES">Lingkungan hidup flora dan fauna.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="ES"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="ES"> Kebakaran tersebut merupakan kejadian yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="ES"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="DE"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Faktor manusia seperti karena kelalaian, kurang disiplin, dan bentuk kejahatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Faktor teknologi seperti akibat kurang dilaksanakan pedoman, standar pemakaian produk teknologi dan biasanya karena sifat individual manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Faktor alam seperti akibat sampingan dari bencana alam, seperti gempa, erupsi vulkanik gunung berapi, loncatan listrik alam, dan pemampatan udara panas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Terjadinya masalah kebakaran yang menelan korban jiwa, harta benda serta hilangnya tempat berusaha atau pekerjaan merupakan kejadian yang merugikan. Didalam usaha memperkecil jumlah korban maka unsur-unsur instalasi yang terkait didalam pencegahan kebakaran harus mampu menggerakkan segala potensi yang ada untuk memberikan pertolongan dan penyelamatan secara cepat dan tepat ke tempat peristiwa. Agar berhasil berdaya guna dalam usahanya, maka perlu dimantapkan organisasi dan manajemen serta ketrampilan personil maupun sarana dan prasarana yang memadai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Mengingat hal-hal tersebut maka selain Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dapat dibawa, instalasi pemadam api seperti <em>Detector Alarm System</em> sangat mutlak diperlukan untuk sebagai tanda peringatan pertama terjadinya kebakaran. Selain peralatan, dukungan personil yang terlatih dan terampil dengan dukungan sarana keamanan yang cukup untuk mencapai tujuan pencegahan dan penanggulangan yang akurat dan ditunjang dengan organisasi dalam suatu sistem manajemen yang baik.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="ES"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em>Fire Alarm</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;">Pada praktek ini menggunakan jenis <em>FIRE ALARM BUSH BUTTON BREAKABLE BY FINGER</em>. Cara kerjanya yaitu apabila akan mengoperasikannya harus terlebih dahulu memecahkan kaca pengamannya kemudian tombol ditekan maka secara otomatis mengirimkan sinyal ke <em>control panel</em>. Lalu bel/alarm yang ada di lokasi penempatannya akan berbunyi. Alat ini dipasang di dinding ruangan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="ES"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em>Alarm Bell</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Jenis <em>Alarm Bell</em> yang dipraktekan adalah <em>ALARM BELL H.C. DC 24V HC – 624 DC – 24V ISMA MOTOR BELL</em>. Cara kerjanya yaitu apabila ada kebakaran, maka dari <em>control panel</em> akan mengirimkan sinyal ke <em>alarm bell</em>. </span>Sehingga <em>alarm bell</em> dapat berbunyi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="ES"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em>Heat Detector</em> <em>Type</em> <em>Fixed Temperature</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;">Cara kerjanya adalah dengan perubahan temperatur ruangan dan suhu yang naik mencapai suhu tertentu, sehingga element pendeteksi akan mengirimkan sinyal ke <em>control panel</em> dan membunyikan suatu alarm.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="ES"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em>Heat Detector Type Rate of Rise</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;">Mekanisme kerjanya yaitu bila suhu ruangan yang dilindungi <em>rate of rise detector</em> mengalami kenaikan suhu sebesar 10<sup>0</sup>C setiap menitnya, maka akan didapatkan suatu tenaga mekanik yang dipergunakan untuk menggerakkan alat penyambung yang digunakan pada sistem alarm. Sinyal tersebut dikirim ke <em>control panel</em>, sehingga alarm dapat berbunyi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="ES"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em>Smoke Detector</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;">Cara kerjanya adalah dengan memanfaatkan asap yang dikeluarkan oleh suatu insiden kebakaran. Alat tersebut merespon asap dan kemudian sinyalnya dikirimkan ke <em>control panel</em>. Pada <em>control panel</em> sinyal tersebut diteruskan ke bel alarm, sehingga alarm berbunyi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="ES"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em>Control Panel</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;">Cara kerjanya yaitu jika detektor mendeteksi adanya kebakaran ataupun <em>sprinkler</em>, <em>automatic fire extinguisher</em>, dan<span> </span><em>hydrant</em> bekerja maka sinyal itu akan dikirimkan ke <em>control panel</em> sebagai data masukan (<em>input data</em>). Kemudian <em>control panel</em> akan mengolah, menyeleksi, dan mengevaluasi data tersebut yang hasilnya merupakan data keluaran (<em>output data</em>) yang berisi informasi tentang lokasi kebakaran yang ditampilkan pada <em>announciator</em> dan secara otomatis akan mengaktifkan atau membunyikan bel/alarm.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong>Cara Kerja</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Jika terjadi kebakaran, maka alat merespon melalui <em>Heat Detector Type Fixed Temperature, Heat Detector Type Rate Of Rise </em>dan<em> Smoke Detector</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Kemudian dari <em>Heat Detector Type Fixed Temperature, Heat Detector Type Rate Of Rise </em>dan<em> Smoke Detector disalurkan ke control panel</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Kemudian dari <em>control panel</em> respon diteruskan ke <em>Fire Alarm, Alarm Bell </em>dan<em> Fire Lamp Detector</em> untuk memberikan peringatan pertama terjadinya suatu kebakaran.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/himakesja.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/himakesja.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/himakesja.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/himakesja.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/himakesja.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/himakesja.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/himakesja.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/himakesja.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/himakesja.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/himakesja.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/himakesja.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/himakesja.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/himakesja.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/himakesja.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=69&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/16/mendeteksi-kebakaran-dengan-menggunakan-detector-alarm-system/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">himakesja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gizi Kerja</title>
		<link>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/16/gizi-kerja/</link>
		<comments>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/16/gizi-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 03:50:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>himakesja</dc:creator>
				<category><![CDATA[dan lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://himakesja.wordpress.com/2009/02/16/gizi-kerja/</guid>
		<description><![CDATA[Ilmu gizi pada umumnya mempelajari bagaimana memberikan makanan sebaik-baiknya sehingga kesehatan tubuh optimal. Gizi kerja berarti nutrisi atau zat makanan yang diperlukan pekerja untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan jenis pekerjaan, sehingga kesehatan dan daya kerja menjadi setinggi-tingginya Manfaat yang diharapkan dari pemenuhan gizi kerja adalah untuk mempertahankan dan meningkatkan ketahanan tubuh serta menyeimbangkan kebutuhan gizi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=68&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ilmu gizi pada umumnya mempelajari bagaimana memberikan makanan sebaik-baiknya sehingga kesehatan tubuh optimal. Gizi kerja berarti nutrisi atau zat makanan yang diperlukan pekerja untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan jenis pekerjaan, sehingga kesehatan dan daya kerja menjadi setinggi-tingginya Manfaat yang diharapkan dari pemenuhan gizi kerja adalah untuk mempertahankan dan meningkatkan ketahanan tubuh serta menyeimbangkan kebutuhan gizi dan kalori terhadap tuntutan tugas pekerja. Gizi kerja erat bertalian dengan tingkat kesehatan tenaga kerja maupun produktivitas tenaga kerja yang berarti akan meningkatkan produktivitas perusahaan serta peningkatan produktivitas nasional.</p>
<p>Manusia memerlukan zat gizi yang bersumber dari makanan. Bahan makanan yang diperlukan tubuh mengandung unsur-unsur utama seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Fungsi dari zat-zat gizi tersebut adalah sebagai sumber tenaga atau kalori (karbohidrat, lemak dan protein), membangun dan memelihara jaringan tubuh (protein, air dan mineral) dan mengatur proses tubuh (vitamin dan mineral). Secara khusus, gizi adalah zat makanan yang bersumber dari bahan makanan yang diperlukan oleh tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan jenis pekerjaan dan lingkungan kerjanya (Tjipta, 1990). Selanjutnya hal-hal yang perlu diketahui dalam penyusunan menu bagi tenaga kerja adalah</p>
<p>1.	Pola makan		: kebiasaan makanan pokok<br />
2.	Kepercayaan atau agama	: pantang makanan tertentu<br />
3.	Keuangan			: ekonomis tetapi tetap bergizi<br />
4.	Daya Cerna		: makanan yang biasa dimakan masyarakat   sekitar<br />
5.	Praktis			: mudah diselenggarakan<br />
6.	Volume			: cukup mengenyangkan<br />
7.	Variatif			: jenis menu bervariasi</p>
<p>Untuk mempertahankan hidup dan dapat melakukan pekerjaan setiap orang membutuhkan tenaga. Tenaga tersebut diperoleh dari pembakaran zat-zat makanan yang dikomsumsi dengan oksigen. Bila banyaknya makanan yang dikonsumsi setiap hari tidak seimbang dengan tenaga yang dikeluarkanmaka tubuh akan mengalami gangguan kesehatan. Masalah yang timbul akibat ketidakseimbangan antara makanan yang dikonsumsi dengan tenaga yang dikeluarkan sangat beragam. Jika makanan yang dimakan berlebih dibanding tenaga yang dikeluarkan maka tubuh akan menjadi gemuk, sebaliknya jika makanan yang dimakan kurang maka tubuh akan menjadi kurus. Kedua masalah ini akan mempengaruhi derajad kesehatan seseorang dan akhirnya akan berpengaruh pada efisiensi dan produktivitas kerja. Oleh karena itu sedapat mungkin diusahakan agar jumlah makanan yang dikonsumsi baik dalam kualitas maupun kuantitas sesuai dengan kebutuhan khususnya terhadap tenaga yang dikeluarkan.</p>
<p>Hasil dari beberapa penelitian menunjukkan masih terdapat beberapa pengusaha beranggapan bahwa pemberian makan atau makanan tambahan berupa snack da istirahat pendek akan meningkatkan  pengeluaran biaya dan merugikan perusahaan. Namun jika dikaji lebih jauh, sebenarnya banyak keuntungan yang diperoleh dengan pemberian makanan dipersahaan. Untuk itu, Suma’mur (1984) memberikan beberapa saran kepada perusahaan untuk :</p>
<p>1	Menyediakan kantin perusahaan dengan tujuan meningkatkan dan memperbaiki gizi tenaga kerja dan tanpa disadari memberiakn pengetahuan tentang gizi terhadap pekerja.<br />
2	Pemberian makanan/snack secara Cuma-Cuma pada jam-jam tertentu dimana hal ini akan memperlambat munculnya kelelehan, meningkatkan kecepatan dan ketelitian kerja dan menghindari waktu istirahat curian.<br />
3	Pemberian makanan tambahan dan adanya kantin di perusahaan dapat mencegah terjadinya penyakit sehingga kehilangan waktu kerja karena absensi sakit dapat ditekan.<br />
4	Mengadakan penyuluhan tentang kesehatan dan gizi secara teratur sehingga kesehatan tenga kerja yang setinggi-tingginya dapat dicapai dan dipertahankan.<br />
5	Menerapakan hasil penelitian tentang gizi kerja yang telah dilaukukan untuk meningkatkan status gizi tenaga kerja dalam upaya peningkatan efisiensi dan produktivitas kerja yang setinggi-tingginya.</p>
<p>Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja yang setinggi-tingginya  pengetahuan dan penerapan gizi seimbang bagi tenaga kerja merupakan aspek yang mutlak harus dilakukan. Dengan gizi seimbang maka kesehatan tenaga kerja dapat dipertahankan dan tenaga kerja akan dapat bekerja dengan baik, tidak mudah lelah/capek dan mengurangi terjadinya tingkat kesalahan. Hal ini berarti dapat mengurangi pemborosan terhadap bahan dari perusahaan dan akhirnya akan dapat menambah keuntungan yang tinggi bagi perusahaan.</p>
<p>daftar pustaka</p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]-->&lt;!&#8211;  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:&#8221;"; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:18.0pt; 	mso-pagination:none; 	mso-layout-grid-align:none; 	font-size:12.0pt; 	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-fareast-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-fareast-language:EN-GB;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} &#8211;&gt;</p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt;--><br />
 /* Style Definitions */<br />
 table.MsoNormalTable<br />
	{mso-style-name:&#8221;Table Normal&#8221;;<br />
	mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
	mso-tstyle-colband-size:0;<br />
	mso-style-noshow:yes;<br />
	mso-style-parent:&#8221;";<br />
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;<br />
	mso-para-margin:0in;<br />
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
	mso-pagination:widow-orphan;<br />
	font-size:10.0pt;<br />
	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;<br />
	mso-ansi-language:#0400;<br />
	mso-fareast-language:#0400;<br />
	mso-bidi-language:#0400;}</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.5in;line-height:normal;margin:12pt 0 .0001pt .5in;"><span lang="SV">Tim Penyusun, 2008. <em>Buku Pedoman Praktikum Semester V</em>. Program </span><span lang="EN-GB">D-IV Kesehatan Kerja</span><span lang="EN-GB"> </span><span lang="SV">Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/himakesja.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/himakesja.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/himakesja.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/himakesja.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/himakesja.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/himakesja.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/himakesja.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/himakesja.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/himakesja.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/himakesja.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/himakesja.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/himakesja.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/himakesja.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/himakesja.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=68&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/16/gizi-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">himakesja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyebab Kebakaran Karena Listrik</title>
		<link>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/13/penyebab-kebakaran-karena-listrik/</link>
		<comments>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/13/penyebab-kebakaran-karena-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 06:40:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>himakesja</dc:creator>
				<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://himakesja.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Kebakaran dapat terjadi jika ada tiga unsur yaitu bahan yang mudah terbakar, oksigen dan percikan api. Sementara menurut data yang dikumpulkan oleh Dinas Kebakaran DKJ sejak dan tahun 1992 s/d 1997 telah tejadi kebakaran sebanyak 4.244 kasus di mana yang 2135 kasus disebabkan karena konsleting listrik. Berarti 50% lebih dan total kasus kebakaran disebabkan oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=63&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebakaran dapat terjadi jika ada tiga unsur yaitu bahan yang mudah terbakar, oksigen dan percikan api. Sementara menurut data yang dikumpulkan oleh Dinas Kebakaran DKJ sejak dan tahun 1992 s/d 1997 telah tejadi kebakaran sebanyak 4.244 kasus di mana yang 2135 kasus disebabkan karena konsleting listrik. Berarti 50% lebih dan total kasus kebakaran disebabkan oleh listrik.<br />
Hal ini karena perlengkapan listrik yang digunakan tidak sesuai dengan prosedur yang benar dan standar yang ditetapkan oleh LMK (Lembaga Elektronika Masalah Kelistrikan) PLN, rendahnya kualitas peralatan listrik dan kabel yang digunakan, serta intalasi yang asal-asalan dan tidak sesuai peraturan.<span id="more-63"></span></p>
<p>Sekarang ini masih banyak pabrik perlengkapan listrik yang kualitas produknya rendah kemudian mensuplainya ke pasar. Hal ini tentunya akan dikonsumsi oleh instalatir dan pemakai listrik yang mengutamakan keuntungan tanpa meinikirkan akibat fatal yang akan ditimbulkannya. Karena tingkat keamanan perlengkapan listrik ditentukan oleh kualitasnya. Jadi bagi para produsen, instalatir dan konsumen harus menyadari benar akan fungsi perlengkapan listrik yang akan digunakannya. Untuk itu mereka harus bertindak sesuai dengan ketentuan teknis yang telah ditetapkan. Dalam kaitan ini tentunya para produsen dan distributor harus melakukan kerja sama dengan para kontraktor/instalator sebagai aplikator di lapangan. Hal ini dimaksudkan untuk meininimalkan tingkat kesalahan pemasangan. Berarti bagi para kontraktor dan instalatir perlu mengadakan training khusus sehingga mereka diakui kemampuannya dalam sertifikat yang diakui oleh pihak PLN dan AKLI (Asosiasi Konntraktor Listrik Indonesia). Dengan deinikian apa yang dikerjakan betul sesuai dengan peraturan sehingga dapat memberi jaininan keamanan. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah masalah SDM, untuk itu AKLI bersama PLN senantiasa mengupayakan mendidik anggotanya supaya meiniliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan menjainin pekerjaan para anggotanya dilaporkan. Di mana AKLI bersama PLN selalu membina biro instalatir dengan berbagai macam kegiatan. Seperti training dan penyebaran informasi ketentuan dan standardisasi yang mutakhir. Dengan deinikian instalasi yang dipasang akan terjainin kualitasnya dan keamanannya. Kemudian bersama PT Asuransi Jasaraharja Putera memberi jaininan asuransi kecelekaan din dan kebakaran yang disebabkan oleh listrik selama 5 tahun. Sementara itu dalam rangka melakukan pekerjaan perbaikan dan perluasan jaringan yang mana menggunakan waktu relatif lama, maka AKLI bersama PLN menggunakan dua sistim untuk meningkatkan pelayanannya.</p>
<p>Pertama sistim zero interuption yaitu merupakan metode pekerjaan yang mampu meininimalkan waktu pemadaman selama pekerjaan itu sehingga konsumen tidak banyak dirugikan. Ke dua sistim zero defect yaitu merupakan langkah untuk meininimalkan kegagalan dalam pekerjaan itu sehingga akibat terbumk dan kesalahan instalasi ditekan seininimal mungkin. Sekarang ini masyarakat yang akan membangun gedung harus meiniliki sertifikat jaininan instalasi listrik berasuransi yang dikeluarkan bersama IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Dalam sertifikat itu tertera peinilik instalasi listrik, instalasi yang mengerjakan, gambar instalasi awal dan rincian kondisi instalasi. Sehingga jika terjadi masalah kelistrikan pada gedung itu maka sangat mudah melacaknya. Kemudian sangsi yang akan diberikan bagi anggota AKLI yang terbukti bersalah adalah pencabutan izin kerja. Tapi di sisi lain AKLI juga memberikan perlindungan bagi pengguna listrik yaitu berupa peninjauan ulang instalasi gedung yang sudah jima tahun. Hal ini dimaksudkan untuk memperkecil kebakaran karena hubung singkat arus.</p>
<p>Human Error<br />
Tapi kalau melihat lokasi kebakaran yang sebagian besar terjadi pada perumahan dan tempat berusaha. Berarti kebakaran itu bisa disebabkan oleh karena faktor human error. Hal ini karena awamnya masyarakat terhadap listrik sehingga sering kali bertindak sembrono atau teledor dalam menggunakan listrik atau tidak mengikuti prosedur dan metode penggunaan listrik secara benar menurut aturan PLN, sehingga terjadilah kebakaran itu yang tidak sedikit kerugiannya. Sedangkan salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk menekan terjadinya kebakaran adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat pengguna listrik untuk keperluan sehari-hari.</p>
<p>Seperti dalam membagi-bagi arus dengan menggunakan stop kontak bukannya dilakukan dengan semaunya tapi harus dilakukan sesuai peraturan supaya tidak menimbulkan kebakaran. Artinya jika jumlah steker yang dipasang pada suatu stop kontak melebihi batas maka akan menyebabkan kabel pada stop kontak itu menjadi panas. Jika panas itu terjadi dalam waktu yang relatif lama maka hal ini akan menyebabkan melelehnya terininal utama dan akhimya secara pelan-pelan terjadilah hubung singkat. Kemudian dan panas itu munculah api yang akan merambat di sepanjang kabel dan jika isolator tidak mampu menahan panas maka akan terjadilah kebakaran. Untuk itu gunakanlah stop kontak sebagaimana mestinya. Dalam hal ini ada dua stop kontak; pertama stop kontak 200 Watt hanya digunakan untuk peralatan di bawah 500 &#8211; 1000 VA; ke duajenis stop kontak tenaga yang digunakan untuk peralatan di atas 1000 VA.</p>
<p>Hubung Singkat<br />
Korseleting listrik (hubung singkat) terjadi karena adanya hubungan kawat positip dan kawat negatip yang beraliran listrik. Hal ini karena isolasi kabel rusak yang disebabkan gigitan binatang, sudah tua, mutu kabel jelek dan penampang kabel terlalu kecil yang tidak sesuai dengan beban listrik yang mengalirinya. Kemudian di sekitar terjadinya percikan api isolasi kabel sudah mencapai titik bakar. Suhu isolasi kabel dapat mencapai titik bakar karena arus listrik yang lewat kabel jauh lebih besar dan kemampuan kabelnya. Inisalnya kabel untuk ukuran 12 ampere dialiri arus listrik 16 ampere, karena kabel tersebut dipakai untuk menyambung banyak peralatan listrik akibatnya isolasi kabel menjadi panas. Jika pada suhu isolasi yang sedang tinggi itu terjadi percikan api maka kemungkinan besar bahan isolasi akan terbakar. ]</p>
<p>Percikan api terjadinya hanya satu kali karena sikring langsung bekerja memutuskan aliran, namun itu cukup untuk menyebabkan kebakaran dan kebakaran yang diakibatkan oleh percikan api akan tetap berlangsung karena karet isolasi yang sudah mencapai suhu bakar akan terbakat tens secara merembet. Untuk bahan isolasi tertentu lelehan kabel terbakar yang jatuh tidak akan segera padam, tetapi masih menyala dengan waktu yang cukup untuk membakar, inilah salah satu kemungkinan penyebab kebakaran. Atau jika hubung singkat itu terjadi terlalu lama berati panasnya akan tinggi, kemudian dengan adanya udara yang mengandung oksigen dan ditambah lagi dengan adanya benda kering yang mudah terbakar maka menyebabkan timbulnya api.</p>
<p>Api yang tidak bisa dikendalikan disebut kebakaran. Hubung singkat yang terjadi temyata bisa juga menyebabkan listrik yang mengalir semakin besar. Kemudian karena ada sekering yang ditempatkan pada papan hubung bagi (PHB), di mana sekering itu berfhngsi sebagai pemutus/pembatas arus maka kelebihan arus akan menyebabkan listrik padam sehingga keadaan menjadi aman. Dengan deinikian hubung singkat bisa diamankan oleh sekering. Tapi jika sekering itu dililitkan kawat untuk mencegah agar tidak cepat putus berarti besamya arus yang bisa memutus sekering menjadi besar akibatnya hubung singkat akan berlangsung lama hingga menimbulkan percikan api yang akan membakar isolasi akhimya menimbulkan kebakaran. Sementara pembatas/pemutus arus itu terjadi pada saat daya listrik melebihi daya tersambung pada alat pengukur dan pembatas (APP).</p>
<p>APP itu sendiri mempakan batas tanggung jawab antara PLN dan pelanggan. Di mana sebelum masuk ke konsumen listrik itu melalui jaringan tegangan rendah (JTR), saluran masuk pelanggan (SMP) dan APP. Hal inilah yang merupakan tanggung jawab PLN, sedangkan setelah APP merupakan tanggung jawab pelanggan. Dengan deinikian kalau terjadi kebakaran akan diketahuilah siapa yang bertanggung jawab. Selain dan itu ada juga kebakaran karena listrik yang disebabkan karena telah terjadi kontak yang tidak sempuma yaitu kadang-kadang tersambung kadang-kadang tidak sehingga menimbulkan percikan api. Contohnya dapat dilihat pada saklar lampu pada malam hari sehingga ruangan menjadi gelap dan menimbulkan percikan api karena kontaknya sudah rusak akibatnya kotak kontak hangus terbakar.</p>
<p>Jika kontak yang tidak sempuma dilewati oleh arus, maka lambat laun panas akan naik. Kemudian panas yang terjadi akan merambat memanaskan material sekitar termasuk bahan isolasi. Jika bahan menjadi mudah terbakar karena suhunya tinggi maka percikan api akan sangat mudah menyebabkan kebakaran. Kemungkinan lain penyebab kebakaran adalah keran putus tidak sempurna, sehingga aliran listrik kadang-kadang tersambung kadang-kadang tidak. Tapi hal ini sukar dideteksi karena secara pisik isolasi kabelnya masih terlihat utuh. Tapi sebenarnya di dalam isolasi ada kawat yang sudah putus tidak sempurna.</p>
<p>Kabel Sistim kabel konvesional di mana kabel tertanam dalam infrastmktur memang sulit untuk mengikuti perubahan karena infrastrukturnya yang tidak mudah dirobah. Sementara itu dewasa ini penggunaan peralatan elektronis dan elektris diperkantoran semakin banyak berarti penggunaan kabelnya semakin banyak pula, seperti untuk komunikasi suara, data dan untuk catu daya. Dengan deinikian kabel-kabel itu berseliweran karena tata kabel belum diatur dengan baik. Hal ini jika salah satu kabel mengeluarkan api maka kabel yang lain mudah terbakar akibatnya akan fatal.</p>
<p>Api yang keluar dan kabel itu berasal dan panas yang terlalu lama terjadi yang berasal dan kerugian I R dalam penghantar, rugi dalam sarung dan ru gi dalam penghantar. Sementara itu rugi dielektris hanya terjadi pada kabel yang bertegangan di atas 132 kV. Pada kabel yang penghantamya tidak bebas memuai jika suhunya naik akan timbul gerakan. Gerakan itu merupakan efek pemuaian penghantar yang akan menyebabkan memburuknya sambungan. Sementara itu penyebab utama kerusakan pada kabel adanya ketidakstabilan dielektris termal, ionisasi dan keealahan sarung. Di sisi lain rugi dielektris dalam kabel tergantung pada tegangan dan suhu kerja di mana pada tegangan tertentu rugi akan naik bersamaan dengan kenaikan suhu. Pada kondisi yang kurang baik proses tersebut berlanjut dan akan menyebabkan kerusakan, hal ini menunjukkan adanya ketidakstabilan termal. Sedangkan arus maksimum yang diizinkan mengalir pada penghantar kabel tentunya jangan sampai menimbulkan pemanasan yang menyebabkan lembeknya logam penghantar.</p>
<p>Pelembekan logam penghantar merupakan fungsi waktu dan suhu. Upaya untuk menekan bahaya kebakaran yang ditimbulkan oleh hubung pendek arus bisa dilakukan melalui kabelnya. Artinya dalam menggunakan kabel kita harus mengetahui fungsinya yaitu untuk keamanan gedung dan keselamatan jiwa manusia. Berarti kita harus menomor satukan kualitas yang standarnya ditentukan oleh LMK-PLN dan pada harga kabel yang murah. Sedangkan menggunakan kabel yang tidak memenuhi standar biasanya hanya akan mengundang resiko kebakaran yang lebih besar. Untuk itu jangan menggunakan kabel dengan ukuran sembarangan untuk berbagai keperluan.</p>
<p>Ada beberapa jenis ukuran kabel di mana untuk tenaga biasanya digunakan jenis kabel berukuran 4 mm dan untuk lampu 2,5 mm, sedang untuk penggunann lainnya harus disesuaikan dengan standar yang berlaku. Sementara itu kalau kita lihat dan segi prosentase biaya maka biaya yang dikeluarkan untuk kabel sekitar 3 &#8211; 5% dan nilai total seluruh bangunan. Dan angka itu terlihat bahwa kalau kita masih juga menentukan kabel yang murah dan di bawah standar berarti kita lebih mementingkan keuntungan tanpa memikirkan akibatnya yang justru menimbulkan kerugian yang lebih besar. Untuk itulah sebuah perusahaan dan Inggris yang bemama Marshall Tuflex memperkenalkan manajemen kabel untuk mengatasi terjadinya kebakaran yang cocok dipakai dilingkungan perkantoran, karena faktor fleksibilitasnya yaitu berupa modul yang berbentuk profil dan mempakan bagian dan interior. Dengan deinikian harus dibuat dan bahan yang tahan api dan disainya harus estetis sehingga memenuhi arsitektur. Kemudian bentuk sambungannya dibuat siku, percabangan dan asesoris lainnya juga didesain memenuhi estetika.</p>
<p>Adapun fleksibilitasnya terletak pada dapat dikonfigurasikan dengan aplikasi pemasangan sekering. Ke dua memungkinkan untuk penambahan outlet data, power dan telepon tanpa membongkar sistim keseluruhan. Ke tiga pemasangannya mudah, cepat dan presisi. Ke empat memudahkan pemeliharaan, penggantian, penyambungan dan troubel pada kabel. Ke lima tersedia untuk berbagai macam kebutuhan dan ukuran.</p>
<p>Instalatir<br />
Biro instalatir adalah suatu badan yang terdaftar dan mendapat izin kerja dan PT PLN untuk merencanakan dan mengerjakan pembangunan atau pemasangan peralatan ketenagalistrikan. Jadi semua pekerj aan instalasi ketenagalistrikan baik untuk penyediaan maupun untuk pemanfaatan tenaga listrik harus dilakukan oleh biro instalatir. Sementara itu mang linkup kerja biro instalatir meliputi pemasangan instalasi tenaga, penerangan listrik, pemasanganjaringan, membangun gardu trafo, membangun gardu induk dan memasang mesin-mesin listrik untuk pembangkit.</p>
<p>Untuk itulah biro itu dibagi menjadi empat kelas yaitu dan klas A s/d klas D. Biro ini disahkan melalui mekanisme ujian yang ketat dan bagi mereka yang lulus akan diberi surat pengesahan instalatir (SPI) dan diberi kerja setiap tahun dengan surat izin kerja (SIKA) berdasarkan evaluasi unjuk kerjanya. Kemudian unjuk kerja itu selalu dipantau dan dievaluasi danjika ada yang melakukan pelanggaran bisa dihentikan izin kerjanya.</p>
<p>Setelah instalasi selesai dipasang maka konsumen akan diberikan oleh biro instalatir yaitu gambar dokumentasi instalasi, hasil pengujian instalasi dan surat yang menyatakan bahwa instalasi telah dipasang dengan baik dan sesuai peraturan yang berlaku. Sedangkan tujuan biro ini adalah melindungi pemakai tenaga listrik, karena jika instalasi listrik dipasang secara sembarangan dengan kualitas material yang rendah maka hal ini tentunya bisa menimbulkan kebakaran.</p>
<p>Adapun kebakaran itu disebabkan karena pertama sistim instalasi yang asal-asalan dan tidak sesuai peraturan. Untuk itu perlu dipilih instalatur yang resini dan profesional berarti pekerjaannya harus sesuai dengan PUlL sehingga kesalahan teknis dalam pemasangan yang dapat berakibat patal bisa ditekan. Instalasi itu senantiasa menekankan penggunaan material dan perlengkapan listrik sesuai standar LMK &#8211; PLN dan telah dilakukan pengujian secara ketat.<br />
Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan sistim instalasi yang aman sesuai ketentuan. Ke dua pengubahan instalasi yang dilakukan sendiri tanpa sepengetahuan dan instalatur yang melakukan pekerjaan awal. Kemudian dikerjakan tidak sesuai prosedur. Untuk itu apabila masyarakat pengguna listrik akan melakukan pembahan instalasi pada bangunannya dianjurkan menghubungi instalatur resini yang telah diakui kemampuannya. Selain dan itu hendaknya dalam pemasangan panel box hendaknya digunakan bahan yang kedap air dan anti tikus. Karena air dan tikus sangat mungkin menyebabkan terjadinya hubung singkat arus listrik. Ke tiga setelah 15 tahun digunakan umumnya instalasi harus diperbaharui hal ini karena kondisi kabel sudah mengalaini perubahan dan berkurang kemampuannya. Sedang untuk mencapai waktu itu tentunya pengontrolan kondisi instalasi selama penggunaan harus dilakukan.</p>
<p>Majalah Elektro, Edisi ke Lima Belas, Nopember 1998</p>
<p>Sumber:<br />
1.	Biro Instalatir, Informasi Kelistrikan dan Panduan Pelayanan Pelanggan, PT PLN, PLN Dis Jaya &amp; Tangerang, 1996/1997, Jakarta.<br />
2.	Deni Almanda, Penghantar Energi Listrik, Majalah Elektro indonesia, No. 15, Tahun III, AprillMei 1997, Jakarta.<br />
3.	Listrik potensial penyebab kebakaran, waspadalah, Majalah Konstruksi, April 1998, Jakarta. Oleh: Ir. Deni Almanda adalah Dosen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/himakesja.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/himakesja.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/himakesja.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/himakesja.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/himakesja.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/himakesja.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/himakesja.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/himakesja.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/himakesja.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/himakesja.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/himakesja.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/himakesja.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/himakesja.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/himakesja.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=63&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/13/penyebab-kebakaran-karena-listrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">himakesja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>K3 Bandara</title>
		<link>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/13/k3-bandara/</link>
		<comments>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/13/k3-bandara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 06:34:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>himakesja</dc:creator>
				<category><![CDATA[keselamatan kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://himakesja.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Bandar udara (bandara) merupakan tempat bertemunya banyak orang dari segala penjuru dunia yang datang dan pergi dengan pesawat udara, dan juga tempat berkumpulnya banyak orang yang melakukan kegiatannya masing-masing untuk menunjang operasi penerbangan yang lancar, aman dan nyaman. Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organization) , Airpot is a defined area on land [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=61&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bandar udara (bandara) merupakan tempat bertemunya banyak orang dari segala penjuru dunia yang datang dan pergi dengan pesawat udara, dan juga tempat berkumpulnya banyak orang yang melakukan kegiatannya masing-masing untuk menunjang operasi penerbangan yang lancar, aman dan nyaman.</p>
<p>Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organization) , Airpot is a defined area on land or water (including any buildings, installations, and equipment) intended to be used either wholly or in part for arrival, departure, and movements of aircrafts. Menurut PT (persero) Angkasa Pura, bandar udara, ialah lapangan udara, termasuk segala bangunan dan peralatan yang merupakan kelengkapan minimal untuk menjamin tersedianya fasilitas bagi angkutan udara untuk masyarakat.<span id="more-61"></span></p>
<p>Dengan perkembangan dunia penerbangan dan mobilitas manusia serta barang yang makin tinggi, maka fungsi bandara (bandar udara) makin bertambah penting. Di daerah-daerah penerbangan perintis, bandara masih sederhana, tetapi di kota-kota besar sudah berkembang menjadi besar dan canggih karena merupakan tempat bertemunya banyak orang dari segala penjuru dunia, dan tempat berkumpulnya banyak orang melakukan kegiatannya masing-masing untuk menunjang operasi penerbangan yang aman dan nyaman. Untuk itu dalam pengoperasiannya suatu bandara harus menyediakan fasilitas medik untuk dapat menanggulangi gawat darurat penerbangan, gawat darurat medik atau gangguan kesehatan lainnya. Lagi pula untuk memberi kemudahan pada calon penumpang dan pengunjung, di bandara disediakan kafetaria, restoran, coffee shop, duty free shop, kantor pos, bank, money changer dsb. Dan di bandara internasional selalu ada kantor/petugas C.I.Q. (Custom Immigration Quarantine).</p>
<p>Akibat hal-hal di atas timbul masalah hygiene dan sanitasi di bandara yang harus ditangani sungguh-sungguh, sebab suatu bandara internasional adalah pintu gerbang suatu negara. Masalah hygiene dan sanitasi di bandara berhubungan erat dengan penyebaran penyakit menular dan juga dengan keselamatan penerbangan. Di samping masalah-masalah tersebut di atas, sering melalui bandara seorang pasien ingin berobat ke rumah sakit yang,besar di kota lain, bahkan ke luar negeri. Ini menimbulkan masalah, karena tidak semua orang sakit boleh diangkut dengan pesawat udara (pesawat dari airline).<br />
Untuk membangun suatu bandar udara harus dipilih lokasi yang cocok. Lokasi ini harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu :<br />
1.	Dekat dengan sumber lalu lintas.<br />
2.	Bebas dari rintangan.<br />
3.	Masih tersedia lahan untuk perluasan/perpanjangan landasan.<br />
4.	Kecocokan medan di sekitarnya untuk pendaratan.</p>
<p>5.	Kondisi metereologis.</p>
<p>6.	Biaya konstruksi dan pemeliharaan.<br />
7.	Hubungannya dengan airways yang ada.</p>
<p>Kriteria-kriteria tersebut tidak selalu sama pentingnya, misalnya jarak dengan sumber traffic tidak begitu penting bila bandar udara yang akan dibangun nanti hanya untuk refueling atau untuk overnight stop (tidak menurunkan penumpang). Di samping kriteria tersebut juga perlu diperhatikan major sanitary conditions, yaitu :<br />
1.	Jaraknya ke pemukiman penduduk.<br />
2.	Jaraknya ke daerah nyamuk berkembang biak, terutama rawa atau genangan air yang tidak mengalir.<br />
3.	Keberadaan serangga, binatang-binatang kecil dan tikus.<br />
4.	Arah angin sepanjang tahun yang dapat membawa nyamuk dari tempat jauh.<br />
5.	Sifat persediaan air, terutama sumbernya, status kontaminasi dan debitnya yang cukup.<br />
6.	Dalamnya dan sifat permukaan air tanah.<br />
7.	Drainase daerah itu berlangsung secara alami atau melalui saluran buatan.</p>
<p>Semua masalah-masalah diatas harus dianalisis lebih dahulu sebelum pembangunan bandar udara dimulai, hal ini untuk mengindari kesulitan-kesulitan baru atau tambahan selama proses konstruksi bandar udara sedang berjalan. Juga perlu diperhatikan bahwa tidak semua penumpang itu sehat, tetapi ada orang cacat, orang tua, wanita hamil dan anak-anak. Maka dalam membangun suatu bandar udara harus dibuat fasilitas untuk orang-orang. Selain itu dalam pembangunan bandara harus disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan agar dapat memenuhi persyaratan K3</p>
<p>untuk menunjang operasi penerbangan yang lancar, aman dan nyaman. Sehubungan dengan hal tersebut perlu diantisipasi kemungkinan terjadinya suatu gawat darurat penerbangan, gawat darurat medik, gawat darurat karena bencana alam atau suatu kecelakaan kerja. Masalah hygiene dan sanitasi di bandara harus diperhatikan dan ditangani sungguh-sungguh karena bandara adalah pintu gerbang suatu negara. Masalah yang juga penting di bandara adalah yang berhubungan dengan gangguan kesehatan karena lingkungan kerja yaitu karena bising, gelombang mikro, debu radioaktif dan sinar x, dan bahan-bahan kimia yang terdapat di bandara. Akhirnya masalah penanggulangan dan penyelidikan kecelakaan pesawat udara yang terjadi di bandara dan sekitarnya, dan selanjutnya sering melalui bandara diangkut penumpang yang sakit untuk berobat ke kota atau negara.lain semua ini perlu ditangani.</p>
<p>Masalah keselamatan kerja di bandara adalah menyangkut masalah tentang tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja. Adapun potensi bahaya yang menyangkut tenaga kerja dan orang lain di bandara meliputi :<br />
<strong>1.	Gawat darurat yang melibatkan pesawat, yaitu :</strong><br />
a.	Kecelakaan pesawat udara di bandar udara.<br />
b.	Kecelakaan pesawat udara di sekitar bandar udara.<br />
c.	Insiden pesawat udara dalam penerbangan.<br />
d.	Insiden pesawat udara di darat.<br />
e.	Sabotase, termasuk ancaman bom.<br />
f.	Pembajakan.<br />
<strong>2.	Gawat darurat yang tidak melibatkan pesawat yaitu :</strong><br />
a.	Kebakaran bangunan.<br />
b.	Sabotase, termasuk ancaman bom.<br />
c.	Bencana alam.<br />
d.	Bahaya petir.<br />
e.	Bahaya listrik<br />
<strong>3.	Gawat darurat medik.</strong></p>
<p>Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu adanya undang-undang yang menyangkut tentang keselamatan kerja yaitu Undang-undang No. 1 tahun 1970 yang bertujuan untuk melindungi tenaga kerja dan setiap orang lain yang berada di dalam tempat kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat. Selain itu, bandara harus mempunyai sertifikasi sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomer : KM 47 Tahun 2002 tentang Sertifikasi Operasi Bandar Udara.</p>
<p>Pengendalian terhadap bahaya kebakaran juga harus di perhatikan. Menurut Permenaker RI No. Per. 04/MEN/1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan. Dimana di dalamnya diatur tentang syarat pemasangan yang meliputi penggunaan apar yang sesuai dengan jenis kebakaran dan juga termasuk pemasangan alarm kebakaran yang mungkin timbul di bandara serta jalur penyelamatan seperti tangga darurat, koridor, pintu kebakaran, lift kebakaran, penerangan darurat dan penunjuk arah keluar, komunikasi darurat, sistem pengendalian asap.<br />
Pengaturan seperti instalasi listrik dan instalasi petir harus disesuaikan dengan peraturan perundangan yang ada seperti Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor : Kep. 75/MEN/2002 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor : SNI-04-0225-2000 Mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (Puil 2000) di Tempat Kerja dengan tujuan :<br />
1.	Instalasi listrik dapat dioperasikan dengan baik.<br />
2.	Terjamin keselamatan manusia.<br />
3.	Terjamin keselamatan instalasi listrik beserta perlengkapannya.<br />
4.	Terjamin keamanan gedung dan isinya terhadap kebakaran akibat listrik.<br />
5.	Terjamin perlindungan lingkungan.</p>
<p>Selain itu aspek kesehatan di bandara juga perlu mendapat perhatian. Karena banyak sekali faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan tenaga kerja maupun orang lain yang berada atau di sekitar bandara. Faktor-faktor tersebut adalah :<br />
1.	Bising.<br />
2.	Bahan kimia.<br />
3.	Debu atau bahan radioaktif.<br />
4.	Gelombang mikro dan sinar X.<br />
5.	Polusi udara.</p>
<p>Bising yang terdapat di bandara terutama berasal dari mesin pesawat yang mempunyai frekuensi tinggi dan intensitas besar, yaitu 90-110 dBA atau lebih. Menurut Kepmenaker No. Kep 51/MEN/1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja bahwa untuk  NAB kebisingan adalah 85 dBA untuk pemajanan 8 jam sehari. Artinya tenaga kerja dapat bekerja dengan intensitas kebisingan sebesar 85 dBA maksimal hanya 8 jam. Sedangkan kebisingan di bandara yang mencapai 90-100 dBA hanya boleh di alami tenaga kerja maksimal selama 2 jam. Untuk itu tenaga kerja harus memakai alat pelindung diri, karena intensitas pekerjaan hampir selama 24 jam.</p>
<p>Akibat bising yang paling penting adalah menurunnya pendengaran dan dapat terjadi tuli permanen (sensoric deafness). Hampir 15% dari awak darat airline mengalami gangguan ini secara tak langsung. Dalam hubungannya dengan pesawat tersebut karyawan dibagi dalam golongan, yaitu :<br />
1.	Golongan I : Mereka yang bekerja dekat sekali dengan pesawat (kurang dari 8 meter) selama runs up.<br />
2.	Golongan II : Mereka yang relatif dekat (8 &#8211; 50 m) pesawat, misalnya maintenance personnel, starting crew, dan trouble line personnel.<br />
3.	Golongan lII : Mereka yang kadang-kadang harus bekerja tidak jauh dari pesawat (50 &#8211; 120 m), misalnya pramugari darat, personel kargo, dsb.</p>
<p>Menurut tingkatan bising (noise level) daerah sekitar pesawat dibagi menjadi 4 zone yaitu :<br />
1.	Zone A : Daerah dengan tingkatan bising antara 150 dB. Zone ini jangan dimasuki sama sekali.<br />
2.	Zone B : Daerah dengan tingkatan bising antara 135 &#8211; 150 dB. Di daerah ini orang harus berusaha sesingkat mungkin dan harus memakai ear muff.<br />
3.	Zone C : Daerah dengan tingkatan bising antara 115 &#8211; 135 dB. Semua orang yang bekerja di sini harus memakai ear muff. Bila hanya sebentar boleh memakai ear plug.<br />
4.	Zone D : Daerah dengan tingkatan bising antara 100 &#8211; 115 dB. Mereka yang bekerja di sini harus mekakai ear plug terus menerus.</p>
<p>Untuk mencegah/mengurangi akibat gangguan bising perlu dilakukan Hearing Conservation Program, dengan cara :<br />
1.	Pemeriksaan audiometris secara berkala pada karyawan tersebut di atas.<br />
2.	Dilakukan usaha-usaha pencegahannya, di antaranya ialah memakai :<br />
a.	Helmet : Dipakai bila bekerja dekat sekali dengan pesawat yang run-up. Diperkirakan sebagian bising diserap oleh tulang-tulang kepala, jadi perlu helmet.<br />
b.	Ear muff : Dibuat dari plastik atau karet dengan ukuran small, medium dan large.<br />
c.	Golongan I memakai helmet dan ear plug.<br />
d.	Golongan II memakai ear muff.<br />
e.	Golongan III cukup memakai ear plug.<br />
Dalam pemeriksaan audiometri, dibuat Base Line Audiogram untuk frekuensi 250, 500, 1000, 2000, 4000, dan 8000 c/s, yang terpenting adalah frekuensi 500, 1000, dan 2000 c/s. Bila ada seorang dengan hearing loss 15 dB atau lebih, perlu dibuat audiogram ulangan setelah 48 jam bebas dari bising. Pemeriksaan audiometris secara berkala pada karyawan yang terpapar bising, dilakukan tiap 2 &#8211; 4 tahun sekali.<br />
Para tenaga kerja atau karyawan di darat juga dihadapkan pada bahan kimia, seperti bahan bakar (bensin, bensol, avtur) minyak hidrolik, larutan desinfektans, insektisida dsb. Bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan dermatitis kontak, dan bila tertelan atau terhirup dapat terjadi intoksikasi yang membahayakan. Oleh karena itu perlu dicegah dengan cara :<br />
1.	Memakai sarung tangan dan pakaian kerja, bila perlu masker.<br />
2.	Disediakan tempat cuci tangan, kamar mandi dan kamar ganti pakaian.<br />
3.	Ventilasi kerja harus baik.<br />
4.	Penyuluhan tentang kesehatan kerja.<br />
5.	Pemeriksaan kesehatan berkala (1 &#8211; 2 tahun sekali).<br />
Selain itu perlu juga diketahui nilai ambang batas bahan kimia yang diperbolehkan sebagai upaya pengendalian. Peraturan yang mengatur tentang bahan kimia adalah SE Menaker No. SE 01/MEN/1997 tentang NAB faktor kimia di udara lingkungan kerja dan juga Kepmenaker No. KEP 187/MEN/1999 tentang pengendalian bahan kima berbahaya di tempat kerja. Di dalamnya diatur tentang Nilai Ambang Batas bahan kimia dan juga mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja, akibat penggunaan bahan kimia berbahaya di tempat kerja maka perlu diatur pengendaliannya.<br />
Dalam pengoperasian radar digunakan gelombang mikro dan sinar X. Gangguan yang ditimbulkan gelombang ini akan dirasakan terutama oleh teknisi radar, jarang pada operator radar. Gelombang mikro dapat merusak lensa mata dan terjadilah katarak, atau dapat juga merusak kelenjar testis, akibatnya adalah kemandulan. Oleh karena hal-hal tersebut perlu dilakukan usaha pencegahannya. Dalam Kepmenaker No. Kep 51/MEN/1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja menyatakan bahwa NAB untuk gelombang mikro .<br />
Sinar X juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan, yaitu dapat menyebabkan mutasi gen, munculnya kanker dan lain sebagainya. Dalam penanganannya, ada beberapa cara yaitu :<br />
1.	Mengatur waktu pemajanan dengan memberikan jam istirahat.<br />
2.	Isolasi sumber sinar X.<br />
3.	Bekerja dengan menggunakan remote control.<br />
4.	Tenaga kerja harus menggunakan APD.<br />
Petugas ground handling kadang-kadang harus menangani muatan yang berisi bahan radioaktif. Bila terjadi kebocoran dalam pengepakan dapat membahayakan sekitarnya. Dan pesawat udara secara berkala diperiksa untuk mengetahui keretakan pada bagian-bagiannya. Kedua radiasi ini dapat membahayakan kesehatan dan perlu dilakukan usaha pencegahannya. Polusi udara terjadi karena asap yang keluar dari mesin pesawat, kendaraan ground handling, dan mobil yang lalu lalang. Juga hembusan yang kuat (jet blast) yang keluar dari exhaust pesawat menyebabkan debu beterbangan; ini akan menambah tingkat polusi yang sudah ada. Untuk itu perlu usaha pencegahan yaitu :<br />
1.	Pemakaian masker.<br />
2.	Sarung tangan.<br />
3.	Baju pelindung.<br />
4.	Penyuluhan kesehatan bagi tenaga kerja.<br />
Masalah hygiene dan sanitasi di bandara juga perlu di perhatikan sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pemeliharaan dan peningkatan hygiene dan sanitasi di bandar udara akan menyangkut empat masalah,yaitu :<br />
1.	Penyediaan air (water supply).<br />
2.	Kebersihan makanan (food hygiene).<br />
3.	Pembuangan sampah dan kotoran (waste disposal).<br />
4.	Pemberantasan serangga/binatang yang dapat menularkan penyakit (vector control).<br />
Hygiene dan sanitasi di bandar udara harus ditangani dengan sungguh-sungguh, karena bila tidak, dapat membahayakan keselamatan penerbangan dan orang lain di lingkungan bandara..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/himakesja.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/himakesja.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/himakesja.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/himakesja.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/himakesja.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/himakesja.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/himakesja.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/himakesja.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/himakesja.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/himakesja.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/himakesja.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/himakesja.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/himakesja.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/himakesja.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=61&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/13/k3-bandara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">himakesja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Debu</title>
		<link>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/13/tentang-debu/</link>
		<comments>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/13/tentang-debu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 06:23:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>himakesja</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://himakesja.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai sisi positif dan dampak negatif. Salah satu sisi positifnya banyak industri-industri berkembang. Sedangkan dengan banyak industri-industri yang berkembang berdampak pada pencemaran lingkungan, salah satunya pencemaran udara oleh debu. Debu merupakan partikel zat padat oleh karena adanya kekuatan alami atau mekanisme seperti pengolahan, penghancuran, pelembutan, pengepakan, yang cepat, peledakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=59&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai sisi positif dan dampak negatif. Salah satu sisi positifnya banyak industri-industri berkembang. Sedangkan dengan banyak industri-industri  yang berkembang  berdampak pada pencemaran lingkungan, salah satunya pencemaran udara oleh debu. Debu merupakan partikel zat padat oleh karena adanya kekuatan alami atau mekanisme seperti pengolahan, penghancuran, pelembutan, pengepakan, yang cepat, peledakan dan lain-lain. Dari bahan organik maupun anorganik, misalnya batu, kayu, bijih logam, arang batu dan sebagainya. Sedangkan definisi lain dari debu adalah kumpulan zat padat yang dihasilkan dari suatu proses penghancuran bahan yang menghasilkan sisa suspensi di udara. Pencemaran udara oleh debu akan berdampak pada kesehatan manusia yang terpapar pada saat bekerja  ataupun manusia yang berada pada sekitar lingkungan tersebut.<br />
Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemaparan debu adalah:</p>
<p><span id="more-59"></span>1.	Tipe debu<br />
a.	Metalik	: Bersifat logam, contoh : Pb, As, Mn<br />
b.	Non metalik	: Tergantung ada tidaknya kandungan silica.<br />
2.	Lama pemaparan, tergantung dari :<br />
a.	Jenis debu<br />
b.	Lama seseorang bekerja di tempat kerja<br />
3.	Ukuran partikel<br />
a.	Debu ukuran besar	 : &gt; 10 mikron, tidak menimbulkan penyakit karena tidak mudah mengendap di paru-paru karena pengaruh gravitasi.<br />
b.	Debu ukuran kecil	 : &lt; 5 mikron, menimbulkan penyakit dan mengganggu kesehatan karena bersifat respirable (bisa masuk ke dalam paru dan menimbulkan penyakit)<br />
4.	Konsentrasi debu<br />
Yaitu nilai NAB dari tiap masing-masing debu (setiap debu mempunyai NAB yang berbeda-beda).<br />
Sedangkan karakteristik debu di saluran pernafasan yaitu:<br />
1.	Debu-debu berukuran 5-10 mikron	: ditahan saluran nafas bagian atas (gangguan paryngitis)<br />
2.	Debu-debu berukuran 3-5 mikron		: ditahan saluran nafas bagian tengah (asma bronchitis)<br />
3.	Debu-debu berukuran 1-3 mikron		: akan mengendap di permukaan alveoli paru-paru (pneumokoniosis)<br />
4.	Debu-debu berukuran 0,1-1 mikron	: tidak mudah mengendap jadi hanya hinggap di permukaan alveoli.<br />
5.	Debu-debu berukuran &lt; 0,1 mikron	: tidak hinggap di permukaan alveoli atau selaput lendir, oleh karena gerakan Brown, yang menyebabkan debu bisa keluar masuk alveoli.<br />
Debu-debu yang ikut masuk bersama udara pernafasan yang sampai di alveoli akan mengalami beberapa kemungkinan yaitu :<br />
1.	Menyusup di permukaan alveoli dan setelah berada dekat batas bronchioli tertangkap oleh cilia, yang lalu dikembalikan kejalan pernafasan tengah dan atas, lalu keluar.  Kalau bahan-bahan kimia penyusun debu mudah larut dalam air, maka bahan-bahan itu akan larut dan langsung masuk pembuluh-pembuluh darah kapiler alveoli. Apabila bahan-bahan tersebut tidak mudah larut, tetapi ukurannya kecil, maka partikel-partikel itu dapat memasuki dinding alveoli, lalu kesaluran limfa atau ke ruang peribronchial.<br />
2.	Debu tersebut ditelan oleh phagocyt, yang biasanya histiocyt atau inti atau sel-sel mesenchym yang tidak berdifferensiasi. Sel-sel phagocyt ini mungkin masuk ke dalam saluran limfa, atau melalui dinding alveoli ke ruang peribronchial, atau ke luar dari tempat itu ke bronchioli lalu oleh rambut-rambut getar dikembalikan ke atas.<br />
Debu yang masuk paru dan mengendap pada alveoli dapat menyebabkan penyakit paru yaitu pneumoconiosis. Adapun diagnosa pneumokoniosis, yang  dapat dilakukan antara lain  sebagai berikut :<br />
1.	Riwayat pekerjaan<br />
Pekerjaan yang pernah dilakukan pekerja tersebut.<br />
2.	Gejala klinis<br />
Derajat banyaknya debu tertimbun di dalam paru. Gejalanya antara lain batuk kering, sesak nafas, kelelahan, susut berat badan, banyak dahak, dll.<br />
3.	Pemeriksaan di tempat kerja<br />
Dilakukan dengan alat pemeriksa debu.<br />
4.	Sukar dilakukan<br />
Bahwa diagnosa ini sulit dilakukan karena gejalanya sama seperti penyakit pada umumnya jadi diperlukan pemeriksaan lanjut.</p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> &lt;!&#8211;  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:&#8221;"; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-fareast-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;} p.MsoBodyText2, li.MsoBodyText2, div.MsoBodyText2 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	text-autospace:none; 	font-size:12.0pt; 	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-fareast-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-fareast-language:IN;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} &#8211;&gt; <!--[if gte mso 10]&gt;--><br />
 /* Style Definitions */<br />
 table.MsoNormalTable<br />
	{mso-style-name:&#8221;Table Normal&#8221;;<br />
	mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
	mso-tstyle-colband-size:0;<br />
	mso-style-noshow:yes;<br />
	mso-style-parent:&#8221;";<br />
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;<br />
	mso-para-margin:0in;<br />
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
	mso-pagination:widow-orphan;<br />
	font-size:10.0pt;<br />
	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;<br />
	mso-ansi-language:#0400;<br />
	mso-fareast-language:#0400;<br />
	mso-bidi-language:#0400;}<br />
 <strong>DAFTAR PUSTAKA</strong><strong><br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;">Suma’mur, 1996. <em>Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.</em> Jakarta : PT. Toko Gunung Agung.</p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:42.5pt;text-indent:-42.5pt;line-height:normal;">Suma’mur, 1996. <em>Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan.</em> Jakarta : CV Haji Masagung.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;">Tim Penyusun, 2007. <em>Buku Pedoman Praktikum Semester III DIV Kesehatan Kerja.</em> Surakarta : Program D IV Kesehatan Kerja FK UNS.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/himakesja.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/himakesja.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/himakesja.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/himakesja.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/himakesja.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/himakesja.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/himakesja.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/himakesja.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/himakesja.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/himakesja.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/himakesja.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/himakesja.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/himakesja.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/himakesja.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=59&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/13/tentang-debu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">himakesja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Produksi Bersih &#8211; Paradigma Baru Pengelolaan Pencemaran Lingkungan</title>
		<link>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/13/produksi-bersih-paradigma-baru-pengelolaan-pencemaran-lingkungan/</link>
		<comments>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/13/produksi-bersih-paradigma-baru-pengelolaan-pencemaran-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 04:31:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>himakesja</dc:creator>
				<category><![CDATA[K3L]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://himakesja.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Menurut Undang-undang Nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan adalah upaya sadar terencana, yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumberdaya, ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. Secara umum prinsip pembangunan berkelanjutan dapat diartikan sebagai pelaksanaan pembangunan masa kini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=52&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut Undang-undang Nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan adalah upaya sadar terencana, yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumberdaya, ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. Secara umum prinsip pembangunan berkelanjutan dapat diartikan sebagai pelaksanaan pembangunan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan membangun generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhan mereka. Hal ini biasa juga diistilahkan sebagai inter-generation commitment of development.</p>
<p><span id="more-52"></span></p>
<p>Kegiatan pembangunan yang makin meningkat mengandung risiko pencemaran dan perusakan lingkungan hidup, sehingga dapat mempengaruhi struktur dan fungsi dasar ekosistem sebagai penunjang kehidupan.  Pencemaran dan perusakan lingkungan hidup itu akan merupakan beban sosial, dan pada akhirnya masyarakat dan pemerintah yang harus menanggung biaya pemulihannya. Pemanfaatan teknologi dalam berbagai sektor kegiatan merupakan salah satu faktor pendukung tercapainya keberhasilan pembangunan Indonesia. Meskipun demikian, teknologi juga memberikan kontribusi terhadap terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup.  Hal ini disebabkan perkembangan teknologi dan pembangunan industri tumbuh demikian cepat, sehingga selain memberikan manfaat ekonomi juga telah mengakibatkan terjadinya eksploitasi sumberdaya alam dan meningkatnya masalah pencemaran. Kenyataan menunjukkan bahwa faktor utama yang menyebabkan kemerosotan kualitas dan kerusakan lingkungan hidup secara global antara lain teknologi yang mencemari dan konsumsi sumberdaya yang berlebihan. Untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, maka perlu dikembangkan teknologi akrab lingkungan yaitu teknologi yang memasukkan faktor lingkungan dalam proses pengkajiannya, sehingga pemanfaatan teknologi tersebut dapat memperbaiki kinerja  lingkungan.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Pada awalnya, strategi pengelolaan lingkungan didasarkan pada pendekatan daya dukung lingkungan (carrying capacity approach), sehingga akibat terbatasnya daya dukung lingkungan alami dalam menetralkan pencemaran yang makin meningkat, maka upaya mengatasi masalah pencemaran berkembang ke arah pendekatan mengolah limbah yang terbentuk (end-of-pipe treatment). Pengelolaan pencemaran melalui pendekatan pengolahan limbah (end-of-pipe treatment), yang diperkenalkan sebagai salah satu strategi untuk melindungi lingkungan, ternyata bukan cara yang efektif dan hemat biaya. Oleh karena itu, strategi pengelolaan lingkungan harus diubah ke arah pencegahan pencemaran yang mengurangi terbentuknya limbah, yaitu dengan penerapan Produksi Bersih, mulai dari  pemilihan bahan baku sampai dengan produk yang dihasilkan, memfasilitasi semua pihak untuk mengelola lingkungan secara hemat biaya serta memberi keuntungan baik finansial maupun non-finansial. Strategi ini merupakan paradigma baru dalam pengelolaan pencemaran lingkungan, sehingga masalah pencemaran lingkungan, terutama bagi industri, tidak lagi identik dengan pengeluaran tambahan yang menaikkan biaya produksi serta menjadi momok bagi industri tersebut. Banyak kegiatan industri yang telah menerapkan Produksi Bersih memperlihatkan adanya penurunan biaya produksi, peningkatan efisiensi proses produksi dan memperoleh keuntungan yang lebih besar.</p>
<p>Persoalan lain yang muncul pada pendekatan end-of-pipe treatment adalah pencemaran dan kerusakan lingkungan tetap terjadi dan cenderung terus berlanjut, karena dalam prakteknya terdapat berbagai kendala, terutama masih rendahnya pentaatan dan penegakan hukum, masih lemahnya perangkat peraturan yang tersedia, serta masih rendahnya tingkat kesadaran. Kendala lain yang dihadapi oleh pendekatan pengolahan limbah (end of pipe approach) adalah (Djajadiningrat, 2001) :</p>
<p>1.	Pendekatan ini sifatnya reaktif yaitu bereaksi setelah limbah terbentuk.</p>
<p>2.	Tidak efektif dalam memecahkan masalah pencemaran lingkungan karena pada kenyataannya pengolahan limbah hanyalah mengubah bentuk limbah dan memindahkannya dari satu media ke media lain. Limbah tetap terbentuk, hanya medianya berubah dan seringkali tidak aman untuk dibuang ke lingkungan, karena tetap akan mencemari dan merupakan ancaman lebih lanjut bagi lingkungan dan manusia.</p>
<p>3.	Biaya investasi dan operasi pengolahan dan pembuangan limbah relatif mahal, sehingga  mengakibatkan tingginya biaya produksi dan harga jual produk.</p>
<p>4.	Peraturan perundangan yang berlaku tidak didukung oleh penegakan hukum yang memadai, sehingga sering ditemukan pelanggaran.</p>
<p>KONSEP DASAR PRODUKSI BERSIH</p>
<p>Produksi Bersih merupakan salah satu sistem pengelolaan lingkungan yang dilaksanakan  secara sukarela (Voluntary)  sebab penerapannya bersifat tidak wajib.  Konsep Produksi Bersih merupakan pemikiran baru untuk lebih meningkatkan kualitas lingkungan dengan lebih bersifat proaktif. Produksi Bersih merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan pendekatan secara konseptual dan operasional terhadap proses produksi dan jasa, dengan meminimumkan dampak terhadap lingkungan dan manusia dari keseluruhan daur hidup produknya.</p>
<p>Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal, 1995) mendefini­sikan Produksi Bersih sebagai suatu strategi pengelolaan lingkungan yang preventif dan diterapkan secara terus-menerus pada proses produksi, serta daur hidup produk dan jasa untuk meningkatkan eko-efisiensi dengan tujuan mengurangi risiko terhadap manusia dan lingkungan.</p>
<p>Strategi Produksi Bersih mempunyai arti yang sangat luas karena di dalamnya termasuk upaya pencegahan pencemaran dan perusakan lingkungan melalui pilihan jenis proses yang akrab lingkungan, minimisasi limbah, analisis daur hidup produk, dan teknologi bersih. Pencegahan pencemaran dan perusakan lingkungan adalah strategi yang perlu diprioritaskan dalam upaya mewujudkan industri dan jasa yang berwawasan lingkungan, namun bukanlah merupakan satu satunya strategi yang harus diterapkan.Strategi lain seperti program daur ulang, pengolahan dan pembuangan limbah tetap diperlukan, sehingga dapat saling melengkapi satu dengan lainnya (Bratasida, 1997).</p>
<p><!--more--></p>
<p>Strategi untuk menghilangkan limbah atau mengurangi limbah sebelum terjadi (preventive strategy), lebih baik daripada strategi pengolahan limbah atau pembuangan limbah yang telah ditimbulkan (treatment strategy). Kombinasi kedua strategi tersebut sesuai dengan skala prioritas pelaksanaan Produksi Bersih adalah sebagai berikut (Overcash, 1986) :</p>
<p>1.	Eliminasi : Strategi ini dimasukkan sebagai metode pengurangan limbah secara total. Bila perlu tidak mengeluarkan limbah sama sekali (zero discharge).</p>
<p>2.	Mengurangi sumber limbah : Strategi pengurangan limbah yang terbaik adalah  strategi yang menjaga agar limbah tidak terbentuk pada tahap awal. Pencegahan limbah mungkin memerlukan beberapa perubahan penting dalam proses produksi, tetapi dapat meningkatkan efisiensi ekonomi yang besar dan menekan pencemaran lingkungan.</p>
<p>3.	Daur Ulang : Jika timbulnya limbah tidak dapat dihindarkan dalam suatu proses, maka harus dicari strategi-strategi untuk meminimumkan limbah tersebut sampai batas tertinggi yang mungkin dilaku­kan, seperti misalnya daur ulang (recycle) dan/atau penggunaan kembali (reuse). Jika limbah tidak dapat dicegah atau di­minimumkan melalui penggunaan kembali atau daur ulang, strate­gi-strategi yang mengurangi volume atau kadar racunnya melalui pengolahan limbah dapat dilakukan. Walaupun strategi ini kadang-kadang dapat mengurangi jumlah limbah, tetapi tidak sama efektifnya dengan mencegah limbah di tahap awal.</p>
<p>4.	Pengolahan Limbah : Strategi yang terpaksa dilakukan mengingat pada proses perancangan produksi perusahaan belum mengantisipasi adanya teknologi baru yang sudah bebas limbah. Artinya limbah memang sudah terjadi dan ada dalam sistem produksinya, namun kualitas dan kuantitas limbah yang ada dikendalikan agar tidak melebihi baku mutu yang disyaratkan.</p>
<p>5.	Pembuangan Limbah : Strategi terakhir yang perlu dipertimbangkan adalah metode-metode pembuangan alternatif. Pembuangan limbah yang tepat merupakan suatu komponen penting dari keseluruhan program manajemen lingkungan, meskipun ini adalah teknik yang paling tidak efektif.</p>
<p>6.	Remediasi : Strategi penggunaan kembali bahan-bahan yang terbuang bersama limbah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kadar racun dan kuantitas limbah yang ada.</p>
<p>PELUANG DAN TANTANGAN PENERAPAN PRODUKSI BERSIH</p>
<p>Produksi Bersih diperlukan sebagai cara untuk mengharmonisasikan upaya perlindungan lingkungan dengan kegiatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.  Peluang penerapan Produksi Bersih adalah (Djajadiningrat, 2001) :</p>
<p>1.	Memberi keuntungan ekonomi, sebab didalam Produksi Bersih terdapat strategi pencegahan pencemaran pada sumbernya (source reduction dan in-process recycling) yaitu pencegahan terbentuknya limbah secara dini dengan demikian dapat mengurangi biaya investasi yang harus dikeluarkan untuk pengolahan dan pembuangan limbah atau upaya perbaikan lingkungan.</p>
<p>2.	Mencegah terjadinya pencemaran dan perusakan lingkungan.</p>
<p>3.	Memelihara dan memperkuat pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang melalui konservasi sumber daya, bahan baku dan energi.</p>
<p>4.	Mendorong pengembangan teknologi baru yang lebih efisien dan akrab lingkungan</p>
<p>5.	Mendukung prinsip ‘environmental equity’ dalam rangka pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>6.	Mencegah atau memperlambat terjadinya proses degradasi lingkungan dan pemanfaatan sumberdaya alam.</p>
<p>7.	Memelihara ekosistem lingkungan.</p>
<p>8.	Memperkuat daya saing produk di pasar internasional.</p>
<p>9.	Tantangan Penerapan Produksi Bersih, antara lain :</p>
<p>10.	Tercapainya efisiensi produksi yang optimal</p>
<p>11.	Diperolehnya penghargaan masyarakat terhadap sistem produksi yang akrab lingkungan</p>
<p>12.	Mendapatkan insentif.</p>
<p>Pengembangan pelaksanaan dan penerapan Produksi Bersih intinya adalah merubah pola pikir tradisional ‘end-of-pipe’ dengan paradima baru dalam pengelolaan pencemaran lingkunan, yaitu penerapan Produksi Bersih, yang dapat meningkatkan efisiensi produksi sehingga akan memberikan peningkatan keuntungan baik secara finansial, teknik maupun regulasi. Meskipun demikian, hambatan ekonomi akan timbul bila kalangan usaha merasa tidak akan mendapat keuntungan dalam penerapan Produksi Bersih. Sekecil apapun penerapan Produksi Bersih, bila tidak menguntungkan bagi perusahaan maka akan sulit bagi manajemen untuk membuat keputusan tentang penerapan Produksi Bersih. Hambatan pada aspek ekonomi dan teknis antara lain adalah (Djajadiningrat, 2001) :</p>
<p>1.	Keperluan biaya tambahan peralatan</p>
<p>2.	Tingginya modal/investasi dibanding kontrol pencemaran secara konvensional sekaligus penerapan Produksi Bersih</p>
<p>3.	Penghematan proses Produksi Bersih yang belum nyata realisasinya</p>
<p>4.	Kurangnya informasi Produksi Bersih</p>
<p>5.	Sistem yang baru ada kemungkinan tidak sesuai dengan yang diharapkan atau malah menyebabkan gangguan</p>
<p>6.	Fasilitas  produksi ada kemungkinan sudah penuh tidak ada tempat lagi untuk tambahan peralatan.</p>
<p>Kendala Sumber Daya Manusia dalam penerapan Produksi Bersih dapat berupa :</p>
<p>1.	Kurangnya komitmen manajemen puncak</p>
<p>2.	Adanya keengganan untuk berubah baik secara individu maupun organisasi</p>
<p>3.	Lemahnya komunikasi internal</p>
<p>4.	Pelaksanaan organisasi yang kaku</p>
<p>5.	Birokrasi, terutama dalam pengumpulan data.</p>
<p>6.	Kurangnya dokumentasi dan penyebaran informasi.</p>
<p>7.	Kurangnya pelatihan kepada sumberdaya manusia mengenai Produksi Bersih.</p>
<p>Manfaat penerapan Produksi Bersih, antara lain :</p>
<p>1.	Lebih efektif dan efisien dalam penggunaan sumberdaya alam.</p>
<p>2.	Mengurangi biaya-biaya yang berkenaan dengan lingkungan</p>
<p>3.	Mengurangi atau mencegah terbentuknya pencemar</p>
<p>4.	Mencegah berpindahnya pencemar dari satu media ke media lain</p>
<p>5.	Mengurangi risiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan</p>
<p>6.	Memberikan peluang untuk mencapai sistem manajemen lingkungan pada ISO 14000</p>
<p>7.    Memberikan keunggulan daya saing di pasar domestik dan internasional.</p>
<p>Saat ini terdapat dua mekanisme yang mendorong terjadinya pendekatan baru dalam hal perdagangan global, yaitu pertama, adanya kekuatan konsumen yang makin meningkat dan makin besarnya rasa solidaritas lingkungan terhadap produk yang dibelinya agar tidak menimbulkan dampak lingkungan dalam pengadaannya, seperti ecolabel atau green label yang menandai bahwa produk tertentu diproduksi melalui Produksi Bersih. Kedua, sejak awal tahun tujuh puluhan sampai pertengahan delapan puluhan, industri menghadapi penegakan hukum yang konsisten disertai baku mutu yang makin ketat. Oleh karena itu, terjadi kejar- mengejar antara baku mutu dengan kemampuan industri menaati baku mutu.  Dari sisi perdagangan pun, terjadi kecenderungan mengaitkan aspek lingkungan hidup, sehingga hal tersebut menjadikan suatu tantangan bagi kalangan industri dan jasa untuk dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerjanya supaya tetap dapat mempertahankan diri dalam situasi persaingan global.</p>
<p>Pengusaha juga perlu mempertimbangkan perspektif konsumen mengenai produknya, seperti citra positif yang diperoleh dengan mendapatkan sertifikasi ekolabel dan ISO 14000. Sebagian konsumen mempunyai pertimbangan yang luas dalam setiap melakukan tindakan berkonsumsi. Mereka tidak hanya memperhatikan mutu, penampilan, harga, garansi ataupun pelayanannya saja, melainkan juga akan mempertimbangkan beberapa masalah baru. Pertama, masalah ekologi, yang berkaitan dengan adalah ada tidaknya unsur pencemaran atau perusakan lingkungan mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, serta akibat yang ditimbulkan dari penggunaan barang tersebut. Kedua, masalah etika, setiap kali konsumen memutuskan untuk membeli atau tidak membeli, mereka terlebih dahulu mempertimbangkan etika produsennya. Apakah produsen menjalankan usahanya dengan benar atau apakah produsen tidak memanfaatkan kelemahan peraturan yang ada di suatu negara. Contoh dalam hal ini adalah penghargaan yang lebih dari konsumen terhadap suatu perusahaan yang telah menggunakan standar yang diakui secara internasional (misalnya ISO 9000, ISO 14000).Yang ketiga adalah masalah  keadilan, yaitu apakah produksi tersebut mengeksploitasi sumberdaya alam dan ekonomi masyarakat lokal, atau apakah pengusaha mengupayakan pelestarian dengan penghitungan yang tepat antara eksploitasi yang mereka lakukan sejalan dengan upaya perbaikan. Contoh dalam masalah ini adalah kondisi masyarakat yang sekarang makin kritis dimana upaya pelestarian lingkungan hidup selalu ditanyakan dalam setiap bentuk produk dan jasa yang ada. Penerapan Produksi Bersih dapat mendukung ketiga aspek tersebut, terutama dalam kaitannya dengan sertifikasi ekolabel dan ISO 14000.</p>
<p>Sikap Indonesia mengenai perlunya integrasi Produksi Bersih dengan strategi pemasaran produk dalam menanggapi isu lingkungan sudah jelas. Hal tersebut sudah menjadi komitmen pemerintah. Dalam konteks perdagangan dan industri di Indonesia, pemerintah juga telah memperkenalkan Produksi Bersih (cleaner production) sejak tahun 1993 melalui program-program yang dikembangkan oleh BAPEDAL untuk menarik minat masyarakat (Community Awareness ) dalam menerapkan Produksi Bersih.</p>
<p>Tekad pemerintah untuk melaksanakan Produksi Bersih ini kemudian dicanangkan  pada tahun 1995 sebagai komitmen nasional bagi kalangan industri dan pengusaha untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Sebagai tindak lanjutnya pada tahun 1996 kemudian telah disusun suatu Rencana Pelaksanaan Kegiatan Produksi Bersih yang mencakup arahan pelaksanaan Produksi Bersih pada seluruh sektor kegiatan. Pola ini dilakukan melalui kegitan bantuan teknis, pengembangan sistem informasi, peningkatan kesadaran dan pelatihan serta pengembangan sistem insentif. Selanjutnya program-program Produksi Bersih dilaksanakan sejalan dengan program-program lain yang dapat mendorong penerapan Produksi Bersih seperti label lingkungan (environmental labelling) dan Sistem Manajemen Lingkungan (environmental management system) melalui kerjasama dengan instansi terkait misalnya Departemen Perindustrian dan Perdagangan.</p>
<p>Pada hakekatnya, pemasaran ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Persoalannya, kebutuhan konsumen dalam era globalisasi ini tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan untuk hidup saja, tetapi juga kebutuhan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup mereka. Itulah sebabnya kepedulian konsumen akan lingkungan yang semakin meningkat ini perlu diantisipasi oleh semua pihak. Dengan adanya integrasi Produksi Bersih dengan  strategi pemasaran produk maka banyak manfaat yang dapat diperoleh bagi semua pihak (win-win  situation). Misalnya, bagi usaha ekspor, upaya mengintegrasikan penerapan Produksi Bersih  dengan strategi pemasaran akan membuat produk dan atau jasanya telah memenuhi persyaratan tertentu sehingga dapat dikatakan sebagai produk/jasa yang akrab dengan lingkungan. Dengan demikian produknya dapat diterima oleh konsumen internasional.</p>
<p>STRATEGI PENERAPAN PRODUKSI BERSIH</p>
<p>Komitmen Nasional Produksi Bersih merupakan upaya penggalangan penerapan Produksi Bersih secara sukarela oleh berbagai kalangan, baik itu pemerintah, kalangan industri dan jasa, bahkan para peneliti dan konsultan yang terlibat. Komitmen Nasional ini antara lain adalah dengan melaksanakan :</p>
<p>1.	Produksi Bersih dipertimbangkan pada tahap sedini mungkin dalam pengembangan  proyek-proyek baru, atau pada saat mengkaji proses dan/atau aktivitas yang sedang berlangsung</p>
<p>2.	Semua pihak turut bertanggung jawab dan terlibat dalam program dan rencana tindakan Produksi Bersih dan bekerjasama untuk mengharmonisasikan pendekatan-pendekatan Produksi Bersih.</p>
<p>3.	Agar Produksi Bersih dapat dilaksanakan secara efektif, semua pendekatan melalui peraturan perundang-undangan, instrumen ekonomi maupun upaya sukarela harus dipertimbangkan.</p>
<p>4.	Program Produksi Bersih menekankan pada upaya perbaikan yang berlanjut.</p>
<p>5.	Produksi Bersih hendaknya melibatkan pertimbangan daur hidup suatu produk.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/himakesja.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/himakesja.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/himakesja.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/himakesja.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/himakesja.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/himakesja.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/himakesja.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/himakesja.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/himakesja.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/himakesja.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/himakesja.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/himakesja.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/himakesja.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/himakesja.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=52&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/13/produksi-bersih-paradigma-baru-pengelolaan-pencemaran-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">himakesja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kecelakaan Kerja Meningkat</title>
		<link>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/10/kecelakaan-kerja-meningkat/</link>
		<comments>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/10/kecelakaan-kerja-meningkat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 16:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>himakesja</dc:creator>
				<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://himakesja.wordpress.com/2009/02/10/kecelakaan-kerja-meningkat/</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, (PRLM).- Jumlah pekerja yang meninggal karena kecelakaan kerja meningkat dalam tiga tahun terakhir dan merupakan yang tertinggi dalam empat tahun terakhir. Padahal, upaya untuk menekan tingkat kecelakaan kerja itu terus digaungkan. Menurut data PT Jamsostek, pekerja yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja pada 2008 mencapai 2.124 orang. Jumlah pekerja yang meninggal itu merupakan peningkatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=50&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, (PRLM).- Jumlah pekerja yang meninggal karena kecelakaan kerja meningkat dalam tiga tahun terakhir dan merupakan yang tertinggi dalam empat tahun terakhir. Padahal, upaya untuk menekan tingkat kecelakaan kerja itu terus digaungkan.</p>
<p>Menurut data PT Jamsostek, pekerja yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja pada 2008 mencapai 2.124 orang. Jumlah pekerja yang meninggal itu merupakan peningkatan dari 2007 yang mencapai 1.883 orang, dan pada 2006 sebanyak 1.597 orang.</p>
<p>&#8220;Sementara, pada 2005 mencapai 2.045 orang, meskipun angka kasus kecelakaannya tertinggi dalam empat tahun terakhir, yakni 99.023 pekerja. Kasus kecelakaan kerja pada 2008 sebanyak 93.823 orang, dengan jumlah pekerja yang sembuh 85.090 orang, sedangkan yang cacat total 44 orang,&#8221; kata pejabat Humas PT Jamsostek Kuswahyudi di Jakarta, Rabu (4/2).<span id="more-50"></span></p>
<p>Dalam upaya menekan angka kecelakaan kerja ini, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) menargetkan penurunan angka kecelakaan kerja hingga 67,5 persen. Pengurangan tersebut dilakukan dengan pencanangan program Gerakan Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Gernas K3) 2009.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan data November 2008, kasus kecelakaan kerja tercatat 36.986 kasus atau turun sebesar 55,82 persen dari tahun 2007 yang sebesar 83.714 kasus. Untuk 2009, kita menargetkan hanya 12 ribu kasus saja,&#8221; kata Erman saat pencanangan Gernas K3 2009, di Jakarta, belum lama ini.</p>
<p>Erman mengakui, pelaksanaan bulan Gernas K3 tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencegah dan menurunkan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Sebab, ketahanan ketenagakerjaan ini memberikan pengaruh besar pada stabilitas ekonomi guna mendukung iklim investasi dan meningkatkan daya saing usaha.</p>
<p>&#8220;Jadi K3 ini bukan sekadar seremonial. Jika tidak dibarengi dengan gerakan yang membudaya, ya program ini tidak bisa jalan,&#8221; ujarnya. Untuk merealisasikan, Depnakertrans mewajibkan bagi setiap perusahaan untuk memiliki sistem K3 dan tim pengawas pelaksanaan K3.</p>
<p>Terkait dengan tren meningkatnya kecelakaan kerja itu, Kuswahyudi mengatakan, pihaknya menghadirkan narasumber dari kalangan dokter untuk menjelaskan manfaat optimal bagi para pekerja sebagai peserta Jamsostek program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).</p>
<p>&#8220;Karena program JKK diadakan untuk menanggulangi hilangnya sebagian atau seluruh penghasilan tenaga kerja yang diakibatkan terjadinya risiko kecelakaan kerja seperti kematian dan cacat,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Selain itu, untuk memberi manfaat optimal bagi tenaga kerja maka penetapan suatu kasus kecelakaan kerja, khususnya dalam pertimbangan medis perlu dikonsultasikan dengan dokter penasehat. &#8220;Diperlukan pemahaman komprehensif oleh dokter penasehat terhadap mekanisme penyelesaian kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, serta diagnosis dan penilaian kecacatan,&#8221; kata Kuswahyudi.</p>
<p>Disebutkan, Menakertrans sebelumnya telah mengeluarkan Surat Keputusan No. 227/MEN/XI/2008 tentang Pengangkatan Dokter Penasehat. Berdasarkan surat itu maka dipandang perlu diadakan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan dokter penasehat terkait program JKK.</p>
<p>Menurut Kuswahyudi, materi dalam pertemuan para dokter itu diharapkan bisa mendukung mekanisme penyelesaian kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, khususnya dalam diagnosis, penatalaksanaan dan penilaian kecacatan oleh dokter penasehat.</p>
<p>&#8220;Hal itu penting, karena tuujuan pertemuan itu untuk membangun keselarasan pola pikir dokter penasehat, menciptakan kesepemahaman dalam mendiagnosis, melakukan kajian terhadap kasus dan merumuskan inovasi baru,&#8221; katanya. (A-78/A-26)***</p>
<p>Pikiran-rakyat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/himakesja.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/himakesja.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/himakesja.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/himakesja.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/himakesja.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/himakesja.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/himakesja.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/himakesja.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/himakesja.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/himakesja.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/himakesja.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/himakesja.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/himakesja.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/himakesja.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=50&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://himakesja.wordpress.com/2009/02/10/kecelakaan-kerja-meningkat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">himakesja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prinsip Dasar Kesehatan Kerja</title>
		<link>http://himakesja.wordpress.com/2009/01/15/prinsip-dasar-kesehatan-kerja/</link>
		<comments>http://himakesja.wordpress.com/2009/01/15/prinsip-dasar-kesehatan-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 19:53:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>himakesja</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://himakesja.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Pusat Kesehatan Kerja Pengertian Upaya Kesehatan Kerja adalah upaya penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat di sekelilingnya, agar diperoleh produktivitas kerja yang optimal (UU Kesehatan Tahun 1992 Pasal 23). Konsep dasar dari Upaya Kesehatan Kerja ini adalah : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=40&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Pusat Kesehatan Kerja</p>
<p>Pengertian<br />
Upaya Kesehatan Kerja adalah upaya penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat di sekelilingnya, agar diperoleh produktivitas kerja yang optimal (UU Kesehatan Tahun 1992 Pasal 23).<br />
Konsep dasar dari Upaya Kesehatan Kerja ini adalah : Identifikasi permasalahan, Evaluasi dan dilanjutkan dengan tindakan pengendalian.</p>
<p><span id="more-40"></span></p>
<p>Ruang Lingkup Kesehatan Kerja</p>
<p>Kesehatan Kerja meliputi berbagai upaya penyerasian antara pekerja dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya baik fisik maupun psikis dalam hal cara/metode kerja, proses kerja dan kondisi yang bertujuan untuk :</p>
<p>Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan kerja masyarakat pekerja di semua lapangan kerja setinggi-tingginya baik fisik, mental maupun kesejahteraan sosialnya.<br />
Mencegah timbulnya gangguan kesehatan pada masyarakat pekerja yang diakibatkan oleh keadaan/kondisi lingkungan kerjanya.<br />
Memberikan pekerjaan dan perlindungan bagi pekerja di dalam pekerjaannya dari kemungkinan bahaya yang disebabkan oleh faktor-faktor yang membahayakan kesehatan.<br />
Menempatkan dan memelihara pekerja disuatu lingkungan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan fisik dan psikis pekerjanya.</p>
<p>Kapasitas Kerja, Beban Kerja dan Lingkungan Kerja</p>
<p>Kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja merupakan tiga komponen utama dalam kesehatan kerja, dimana hubungan interaktif dan serasi antara ketiga komponen tersebut akan menghasilkan kesehatan kerja yang baik dan optimal.</p>
<p>Kapasitas kerja yang baik seperti status kesehatan kerja dan gizi kerja yang baik serta kemampuan fisik yang prima diperlukan agar seorang pekerja dapat melakukan pekerjaannya dengan baik.</p>
<p>Kondisi atau tingkat kesehatan pekerja sebagai (modal) awal seseorang untuk melakukan pekerjaan harus pula mendapat perhatian. Kondisi awal seseorang untuk bekerja dapat depengaruhi oleh kondisi tempat kerja, gizi kerja dan lain-lain.</p>
<p>Beban kerja meliputi beban kerja fisik maupun mental. Akibat beban kerja yang terlalu berat atau kemampuan fisik yang terlalu lemah dapat mengakibatkan seorang pekerja menderita gangguan atau penyakit akibat kerja.</p>
<p>Kondisi lingkungan kerja (misalnya panas, bising debu, zat-zat kimia dan lain-lain) dapat merupakan beban tambahan terhadap pekerja. Beban-beban tambahan tersebut secara sendiri-sendiri atau bersama-sama dapat menimbulkan gangguan atau penyakit akibat kerja.</p>
<p>Gangguan kesehatan pada pekerja dapat disebabkan oleh faktor yang berhubungan dengan pekerjaan maupun yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa status kesehatan masyarakat pekerja dipengaruhi tidak hanya oleh bahaya kesehatan ditempat kerja dan lingkungan kerja tetapi juga oleh factor-faktor pelayanan kesehatan kerja, perilaku kerja serta faktor lainnya.</p>
<p>Lingkungan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja yang ditimbulkan</p>
<p>Penyakit akibat kerja dan atau berhubungan dengan pekerjaan dapat disebabkan oleh pemajanan dilingkungan kerja. Dewasa ini terdapat kesenjangan antara pengetahuan ilmiah tentang bagaimana bahaya-bahaya kesehatan berperan dan usaha-usaha untuk mencegahnya.<br />
Misalnya antara penyakit yang sudah jelas penularannya dapat melaui darah dan pemakaian jarum suntik yang berulang-ulang, atau perlindungan yang belum baik pada para pekerja Rumah sakit dengan kemungkinan terpajan melalui kontak langsung.</p>
<p>Untuk mengantisipasi permasalahan ini maka langkah awal yang penting adalah pengenalan / identifikasi bahaya yang bisa timbul dan di Evaluasi, kemudian dilakukan pengendalian.</p>
<p>Untuk mengantisipasi dan mengetahui kemungkinan bahaya dilingkungan kerja ditempuh tiga langkah utama, yakni:</p>
<p>1.      Pengenalan lingkungan kerja.</p>
<p>Pengenalan linkungan kerja ini biasanya dilakukan dengan cara melihat dan mengenal (�walk through inspection�), dan ini merupakan langkah dasar yang pertama-tama dilakukan dalam upaya kesehatan kerja.</p>
<p>2.      Evaluasi lingkungan kerja.</p>
<p>Merupakan tahap penilaian karakteristik dan besarnya potensi-potensi bahaya yang mungkin timbul, sehingga bisa untuk menentukan prioritas dalam mengatasi permasalahan.</p>
<p>3.      Pengendalian lingkungan kerja.</p>
<p>Dimaksudkan untuk mengurangi atau menghilangkan pemajanan terhadap zat/bahan yang berbahaya dilingkungan kerja. Kedua tahapan sebelumnya, pengenalan dan evaluasi, tidak dapat menjamin sebuah lingkungan kerja yang sehat. Jadi hanya dapat dicapai dengan teknologi pengendalian yang adekuat untuk mencegah efek kesehatan yang merugikan di kalangan para pekerja.</p>
<p>- Pengendalian lingkungan (Environmental Control Measures)<br />
Disain dan tata letak yang adekuat<br />
Penghilangan atau pengurangan bahan berbahaya pada sumbernya.</p>
<p>- Pengendalian perorangan (Personal Control Measures)</p>
<p>Penggunaan alat pelindung perorangan merupakan alternatif lain untuk melindungi pekerja dari bahaya kesehatan. Namun alat pelindung perorangan harus sesuai dan adekuat .</p>
<p>Pembatasan waktu selama pekerja terpajan terhadap zat tertentu yang berbahaya dapat menurunkan risiko terkenanya bahaya kesehatan di lingkungan kerja.</p>
<p>Kebersihan perorangan dan pakaiannya, merupakan hal yang penting, terutama untuk para pekerja yang dalam pekerjaannya berhubungan dengan bahan kimia serta partikel lain.</p>
<p>www.depkes.go.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/himakesja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/himakesja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/himakesja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/himakesja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/himakesja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/himakesja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/himakesja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/himakesja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/himakesja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/himakesja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/himakesja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/himakesja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/himakesja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/himakesja.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=40&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://himakesja.wordpress.com/2009/01/15/prinsip-dasar-kesehatan-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">himakesja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kesehatan kerja dalam ilmu kesehatan masyarakat</title>
		<link>http://himakesja.wordpress.com/2008/12/21/kesehatan-kerja-dalam-ilmu-kesehatan-masyarakat/</link>
		<comments>http://himakesja.wordpress.com/2008/12/21/kesehatan-kerja-dalam-ilmu-kesehatan-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2008 07:32:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>himakesja</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://himakesja.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[kesehatan kerja adalah merupakan aplikasi kesehatan masyarakat didalam suatu tempat kerja (perusahaan, pabrik kantor, dan sebagainya) dan yang menjadi pasien dari kesehatan kerja ialah masyarakat pekerja dan masyarakat sekitar perusahaan tersebut. Oleh sebab itu, dalam kesehatan kerja pedomannya adalah: “penyakit dan kecelakaan akibat kerja dapat dicegah”, maka upaya pokok kesehatan kerja ialah pencegahan kecelakaan akibat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=32&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="justify">kesehatan kerja adalah merupakan aplikasi kesehatan masyarakat didalam suatu tempat kerja (perusahaan, pabrik kantor, dan sebagainya) dan yang menjadi pasien dari kesehatan kerja ialah masyarakat pekerja dan masyarakat sekitar perusahaan tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Oleh sebab itu, dalam kesehatan kerja pedomannya adalah: “<strong>penyakit dan kecelakaan akibat kerja dapat dicegah”</strong>, maka upaya pokok kesehatan kerja ialah <strong>pencegahan kecelakaan akibat kerja</strong>. Disamping itu, dalam kaitannya dengan masyarakat di sekitar perusahaan, kesehatan kerja juga mengupayakan agar perusahaan tersebut dapat <strong>mencegah timbulnya penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh limbah atau produk perusahaan tersebut</strong>. Sedangkan upaya promotif berpedoman, bahwa dengan meningkatkannya kesehatan pekerja, akan meningkatkan juga produktivitas kerja. Oleh sebab itu, upaya pokok kesehatan kerja yang kedua adalah <strong>promosi (peningkatan) kesehatan masyarakat pekerja dalam rangka peningkatan produktivitas kerja</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong><!--baca selengkapnya--><span id="more-32"></span><br />
</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Bersambung&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/himakesja.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/himakesja.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/himakesja.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/himakesja.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/himakesja.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/himakesja.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/himakesja.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/himakesja.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/himakesja.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/himakesja.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/himakesja.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/himakesja.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/himakesja.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/himakesja.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=himakesja.wordpress.com&amp;blog=5844056&amp;post=32&amp;subd=himakesja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://himakesja.wordpress.com/2008/12/21/kesehatan-kerja-dalam-ilmu-kesehatan-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">himakesja</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
