Ergonomi-mengangkat dan mengangkut

Posted on 16 Februari 2009. Filed under: K3L |

Dalam kehidupan sehari-hari kegiatan mengangkat dan mengangkut sudah menjadi suatu kegiatan yang tak terpisahkan pada diri manusia. Dalam dunia kerja, kegiatan angkat dan angkut merupakan suatu hal pokok atau bisa disebut esensial, karena hampir di setiap pekerjaan dijumpai kegiatan angkat angkut. Kegiatan angkat angkut biasanya dijumpai di perkebunan, pertambangan, perindustrian, pelabuhan, di pasar, bahkan di kantor pemerintahan maupun swasta.

Pekerjaan mengangkat dan mengangkut jika tidak dilakukan dengan benar dan hati-hati dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Oleh sebab itu maka teknik mengangkat dan mengangkut yang benar serta alat mengangkat dan mengangkut yang ergonomis sangat diperlukan untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi kerja. Kegiatan mengangkat dan mengangkut dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu :


1. Beban yang diperkenankan, jarak angkut dan intensitas pembebanan.

2. Kondisi lingkungan kerja yaitu keadaan medan yang licin, kasar, naik turun, dll.

3. Ketrampilan bekerja.

4. Peralatan kerja.

5. Ukuran beban yang akan diangkut.

6. Metode mengangkut yang benar.

Disamping itu, jenis kelamin seseorang juga dapat mempengaruhi kegiatan mengangkat dan mengangkut. Cara mengangkat dan mengangkut yang baik harus memenuhi 2 prinsip kinetis, yaitu :

1. Beban diusahakan menekan pada otot tungkai yang kuat dan sebanyak mungkin otot tulang yang lemah dibebaskan dari pembebanan.

2. Momentum gerak badan dimanfaatkan untuk mengawali gerakan.

Untuk menerapkan kedua prinsip kinetis itu setiap kegiatan mengangkat dan mengangkut harus dilakukan sebagai berikut :

1. Pegangan harus tepat. Memegang diusahakan dengan tangan penuh dan memegang dengan hanya beberapa jari yang dapat menyebabkan ketegangan statis lokal pada jari tersebut harus dihindarkan.

2. Lengan harus sedekat-dekatnya pada badan dan dalam posisi lurus. Fleksi pada lengan untuk mengangkut dan mengangkat menyebabkan ketegangan otot statis yang melelahkan.

3. Punggung harus diluruskan.

4. Dagu ditarik segera setelah kepala bisa ditegakkan lagi seperti pada permulaan gerakan. Dengan posisi kepala dan dagu yang tepat, seluruh tulang belakang diluruskan.

5. Posisi kaki dibuat sedemikian rupa sehingga mampu untuk mengimbangi momentum yang terjadi dalam posisi mengangkat. Satu kaki ditempatkan ke arah jurusan gerakan yang dituju, kaki kedua ditempatkan sedemikian rupa sehingga membantu mendorong tubuh pada gerakan pertama.

6. Berat badan dimanfaatkan untuk menarik dan mendorong, serta gaya untuk gerakan dan perimbangan.

7. Beban diusahakan berada sedekat mungkin terhadap garis vertikal yang melalui pusat gravitasi tubuh.

Selain hal diatas dalam kegiatan mengangkat dan mengangkut juga harus diperhatikan ketentuan berikut ini :

1. Semua barang/benda yang menghalangi pandangan mata sebaiknya disingkirkan terlebih dahulu, sebelum pekerjaan mengangkat dan mengangkut dilakukan.

2. Tinggi maksimum tempat pemegang dari lantai tidak lebih dari 35 cm.

3. Jika suatu beban harus diangkut dari permukaan lantai dianjurkan agar menggunakan agar menggunakan alat mekanis (katrol).

4. Beban yang akan diangkut harus berada sedekat mungkin dengan tubuh.

5. Punggung harus lurus agar bahaya kerusakan terhadap diskus dapat dihindarkan.

6. Mula-mula lutut harus bengkok dan tubuh harus berada pada sikap dengan punggung lurus.

Pada kegiatan mengangkat dan mengangkut, dianjurkan agar beban sedekat mungkin pada garis vertikal gravitasi tubuh. Dengan begitu, upaya yang bersifat mengimbangi berkurang dan dihindari aktivitas otot statis yang tidak perlu. Dalam hubungan ini, mengangkut dengan pemakaian gendongan sangat cocok. Adapun pekerjaan mengangkut dengan beban di atas punggung kurang menguntungkan, oleh karena beberapa otot perut menjadi berkontraksi statis. Aktivitas yang dapat menimbulkan Hazard (efek samping negatif) :

1. Mengangkat beban berat di kantor/perusahaan.

2. Mengangkat pasien di Rumah Sakit.

3. Menyebar benih tanaman.

4. Mengoperasikan peralatan di industri, dll

Untuk efisiensi dan kenyamanan kerja yang sebesar-besarnya, hendaknya dihindari sejauh mungkin bahwa manusia dipergunakan sebagai “alat” untuk kegiatan mengangkut dan mengangkat. Faktor resiko yang berpengaruh dalam pemindahan material yaitu :

1. Berat beban yang harus diangkat dan perbandingannya terhadap berat badan operator.

2. Jarak horizontal dari beban relatif terhadap operator.

3. Ukuran beban yang harus diangkat (berukuran besar) memiliki pusat massa (centre of gravity) yang letaknya jauh dari badan operator. Selain itu juga menghalangi pandangan (vision) operator.

4. Ketinggian beban yang harus diangkat dan jarak perpindahan beban (mengangkat beban dari permukaan lantai akan relatif lebih sulit dari pada mengangkat beban dari ketinggian pada permukaan pinggang).

5. Beban puntir (twisting load) pada badan operator selama aktivitas angkat beban.

6. Prediksi terhadap berat beban yang akan diangkat. Untuk mengantsipasi beban yang lebih berat dari yang diperkirakan.

7. Stabilitas beban yang akan diangkat.

8. Kemudahan untuk dijangkau oleh pekerja.

9. Berbagai macam rintangan yang menghalangi ataupun keterbatasan postur tubuh yang berada pada suatu tempat kerja.

10. Kondisi kerja, meliputi: pencahayaan, temperatur, kebisingan, kelicinan lantai.

11. Frekuensi angkat, yaitu banyaknya aktivitas angkat.

12. Tidak terkoordinasinya kelompok kerja (lifting team).

13. Diangkatnya suatu beban dalam suatu periode. Hal ini sama dengan membawa beban pada jarak tertentu dan memberi tambahan beban pada vertebral discus (VD) dan intervertebral discus (ID) pada vertebral column di daerah punggung.

14. Metode angkat angkut yang benar (tidak boleh mengangkat dan mengangkut beban secara tiba-tiba).

Bila alat kerja dari yang paling sederhana sampai pada yang paling rumit tersedia, sebaiknya alat tersebut dipergunakan secara tepat. Tentu saja selalu dipertimbangkan keseimbangan yang tepat diantara penggunaan peralatan kerja dengan prinsip bahwa pekerjaan sebaiknya padat karya.

Cara kerja dimodifikasi, agar beban angkat dan angkut dikurangi seperti halnya penggunaan roda pada barang yang diangkat dan diangkut, kereta dorong, dll. Modernisasi telah memungkinkan perubahan tersebut. Penyelesaian untuk pemindahan material secara teknis yaitu :

1. Pindahkan beban yang berat dari mesin ke mesin yang telah dirancang dengan menggunakan roller (ban berjalan).

2. Gunakan meja yang dapat digerakkan naik turun untuk menjaga agar bagian permukaan meja kerja dapat langsung dipakai untuk memasukkan lembaran logam atau benda kerja lainnya ke dalam mesin.

3. Tempatkan benda kerja yang besar pada permukaan yang lebih tinggi dan turunkan dengan bantuan gaya gravitasi.

4. Berikan peralatan yang dapat mengangkat, misalnya: pada ujung belakang truk untuk memudahkan pengangkatan material.

5. Bila beban terlalu berat gunakan alat bantu angkat (misalnya: crane).

6. Rancanglah overhead monorail, diutamakan menggunakan power (tenaga), baik untuk gerakan vertikal ataupun horizontal.

7. Desainlah kotak (tempat benda kerja) dengan disertai handel yang ergonomis sehingga mudah pada waktu mengangkat.

8. Aturlah peletakan fasilitas sehingga semakin memudahkan metodologi angkat benda pada ketinggian permukaan pinggang.

9. Berilah tanda atau angka pada beban sesuai dengan beratnya.

10. Siapkan trolley dan pengungkit (lever) untuk mengangkat ujung dari drum (dengan volume 200 liter).

11. Bebaskan area kerja dari gerakan dan peletakan material yang mengganggu jalur (acces) dari operator.

12. Hindarkan lantai kerja dari sesuatu yang dapat membuat licin sehingga akan membahayakan operator pada saat perjalanan memindahkan material.

13. Buatlah suatu ruang kerja yang cukup untuk gerakan dinamis bebas pada operator.

14. Tempatkan semua material sedekat mungkin terhadap operator.

Pekerjaan mengangkat dan mengangkut jika dilakukan dengan salah dapat menyebabkan resiko terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja semakin tinggi. Bagian tubuh yang paling paling beresiko terkena dampak dari cara mengangkat dan mengangkut yang benar yaitu tulang belakang. Hal ini tentu sangat berbahaya karena pada tulang belakang terdapat susunan syaraf yang menghubungkan syaraf sensorik dan motorik dengan pengatur syaraf pusat atau otak. Disamping itu juga terdapat resiko lain yang dapat terjadi jika proses mengangkat dan mengangkut dilakukan dengan salah. Adapun contoh kerusakan tulang belakang akibat teknik mengangkat dan mengangkut beban yang terlalu berat antara lain :

1. Over Exertion Lifting and Carrying yaitu kerusakan jaringan, tubuh yang diakibatkan oleh beban angkut yang berlebihan.

2. HNP (Hernia Nucleus Pulposus) yaitu robeknya bagian dalam dari lempeng menonjol keluar serta mungkin menekan saraf-saraf disekitarnya akibat beban angkut berlebih dan pembebanan tiba-tiba.

3. Back Injury yaitu timbulnya nyeri pada punggung, biasanya sikap kerja atau mengangkat yang tidak benar dipengaruhi oleh arah beban yang diangkat.

Cara mengangkat dan mengangkut:

a. Mengangkat dan mengangkut beban balok dengan pegangan.

1. Tubuh posisi jongkok, salah satu kaki yang terkuat diletakkan didepan sebagai tumpuan dan sikap punggung diusahakan tegak atau sebesar 60°.

2. Tangan mengangkat beban dengan sikap punggung tetap tegak dan meletakkannya pada paha kaki yang terkuat. Pastikan pegangan tangan sudah kuat dan nyaman.

3. Berdiri dengan bertumpu pada kaki yang terkuat, beban diangkat hati-hati dengan sikap punggung masih tegak sampai dengan berdiri sempurna.

4. Saat berjalan, beban harus berada sedekat mungkin dengan tubuh dengan posisi tangan disesuaikan dengan kenyamanan saat berjalan.

5. Saat akan meletakkan beban kembali dilakukan seperti cara mengangkat beban tetapi dengan urutan terbalik.

b. Mengangkat dan mengangkut beban tanpa pegangan

1. Tubuh posisi jongkok dengan kaki yang terkuat di depan dan sikap punggung diusahakan tegak.

2. Kedua tangan kedua ujung beban bagian atas, lalu beban dimiringkan ke kiri dan tangan kanan turun ke bawah memegang ujung kanan bawah beban.

3. Beban didorong ke belakang pada kaki yang terkuat, kemudian tangan kiri turun ke bawah memegang ujung kiri bawah.

4. Beban kemudian diletakkan pada paha yang terkuat, gunanya sebagai persiapan untuk berdiri, atau boleh langsung diangkat jika mampu.

5. Kemudian berdiri dengan hati-hati kemudian berjalan, usahakan beban tidak melebihi atau menghalangi pandangan mata.posisikan tangan senyaman mungkin.

6. Saat akan meletakkan beban kembali seperti cara mengangkat beban dengan urutan terbalik.

c. Mengangkat dan mengangkut papan

1. Tubuh posisi jongkok dengan kaki yang terkuat di depan dan sikap punggung diusahakan tegak.

2. Kedua tangan mengangkat beban, lalu beban dimiringkan ke kiri dan tangan kanan turun ke bawah memegang ujung kanan bawah beban.

3. Kemudian letakkan beban pada paha kaki yang terkuat dan tangan kiri masih memegang beban yang atas dengan sikap punggung masih tetap tegak.

4. Berdiri dengan hati-hati dengan posisi tangan yang nyaman untuk berjalan. Kemudian berjalan dengan posisi miring agar dapat melihat jalan yang akan dilalui.

5. Saat akan meletakkan beban kembali seperti cara mengangkat beban dengan urutan terbalik.

d. Mengangkat dan mengangkut beban di meja.

1. Mengatur posisi beban yang akan diangkat pada meja sehingga memudahkan ketika akan mengangkat.

2. Tubuh dengan posisi jongkok dengan salah satu kaki yang terkuat di depan sebagai tumpuan dan usahakan punggung dalam posisi tegak.

3. Tangan kanan memegang bagian bawah beban dan tangan kiri memeganga bagian atas beban.

4. Letakkan beban pada bahu yang terkuat dan menyandarkannya pada kepala, hindarkan bagian sudut yang lancip agar tidak terkena kepala, kemudian berdiri dengan hati-hati dan berjalan.

5. Saat akan meletakkan beban kembali seperti cara mengangkat beban dengan urutan terbalik.

e. Mengangkat beban karung :

1. Perhatikan posisi dasar badan sebelum mengangkat, dan cara memegang kedua sudut karung.

2. Badan dan karung dirapatkan agar tangan kanan dapat mendekap karung dari bawah.

3. Kemudian tangan kiri digerakkan ke “pinggang” karung.

4. Lutut diluruskan untuk mengangkat beban.

5. Kaki kiri melangkah ke arah tujuan.

6. Pengangkat membelakangi tempat meletakkan beban.

7. Saat akan meletakkan beban kembali, kaki kiri ditekuk perlahan-lahan, kemudian badan dimiringkan ke kanan.

8. Bahu kanan direndahkan agar beban terlepas dengan selamat.

About these ads

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: